Jaksa Chuck Suryosumpeno (Ist)

Jaksa Chuck Suryosumpeno (Ist)



Masih ingat kasus dugaan kriminalisasi terhadap jaksa Chuck Suryosumpeno, kasus yang membuat dirinya dikerangkeng oleh institusi yang dibelanya selama 35 tahun saat menjadi bagian dalam tubuh kejaksaan? 

Berbagai prestasi Chuck selama menjadi jaksa tidak bisa diabaikan. Tapi, prestasinya 'ditenggelamkan' oleh pimpinannya sendiri. Chuck ditahan atas perkara dugaan tindak pidana korupsi saat bertugas dalam Tim Satgasus Penyelesaian Barang Rampasan dan Barang Sita Eksekusi di Kejaksaan Agung.

Sebelumnya, Chuck melawan pimpinannya saat itu (kasus aset Hendra Rahardja pada 2012). Chuck yang diberhentikan sebagai kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku dengan alasan proses penjualan aset Hendra tidak sesuai dengan prosedur menggugat ke PTUN Jakarta dan menang di tingkat peninjauan kembali (PK).

 MA menyatakan apa yang dilakukan Chuck sesuai dengan prosedur sehingga pemecatan itu tidak sah. Tidak lama setelah keluar informasi putusan MA itu, status Chuck menjadi tersangka, 23 Oktober 2018.

"Selama 35 tahun saya mengabdi di kejaksaan, sekarang saya 'ditendang' bagai anjing kudisan," ucap Chuck yang merupakan salah satu jaksa berprestasi dengan jasa  berhasil memulihkan aset negara Rp 3,5 triliun.

Penahanan Chuck pun akhirnya menjadi ramai walaupun Jaksa Agung M. Prasetyo menyatakan kasus Chuck sudah lama ditangani pihaknya. Prasetyo menyampaikan, sesuai laporan jampidsus dan penyidik pidsus Kejaksaan Agung RI, kasus dugaan korupsi yang dilakukan (secara bersama-sama) oleh Chuck  sudah cukup lama ditangani. "Tapi tersendat penyelesaiannya lebih dikarenakan Saudara CS selalu mangkir dengan berbagai alasan setiap kali diundang untuk dimintai keterangan," ucapnya saat itu.

Pada 9 April 2019, peristiwa Chuck yang kini mendekam di rumah tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung kembali ramai setelah Chuck menuliskan sebuah surat. Surat itu ditulis tangan  di secarik kertas putih dengan tinta hitam serta tersebar di medsos Instagram, Twitter.

@savejaksachuck adalah akun yang mem-posting surat yang mendapat dukungan banyak masyarakat dan juga jaksa. Tak terkecuali penyidik KPK Novel Baswedan pun ikut memberikan dukungan atas kasus yang menimpa Chuck melalui video durasi pendek. Meski banyak yang meragukan keaslian surat itu, tapi tidak sedikit juga yang percaya dikarenakan dari awal kasus sudah santer adanya dugaan kriminalisasi.
 

Surat Chuck di balik terali besi (#savejaksachuck)


"Pak Chuck Suryosumpeno yang saya hormati, tentunya kita semua berterima kasih dengan kontribusi yang bapak lakukan dan keteladanan yang bapak tunjukan kepada kita semua. Tidak akan kemudian bapak menjadi hina kalau dihinakan oleh orang, dan demikian juga sebaliknya. Jadi saya berdo'a semoga bapak tetap istiqomah dan berani tetap konsisten," ucap Novel.  "Semoga apa perjuangkan bapak selama ini Allah akan balas dengan kemuliaan yang tiada batas. Saya kira itu yang saya ingin sampaikan, terima kasih. Assalamualaikum Wr.Wb." lanjutnya dalam video yang viral dimedsos ini.

Sebagai informasi, jaksa Chuck selama menjabat telah berhasil memimpin pemulihan aset dalam beberapa kasus strategis. Antara lain harta terpidana kasus pajak Gayus Tambunan senilai Rp 74 miliar serta denda pajak perusahaan sawit Asian Agri senilai Rp 2,5 triliun. Chuck juga menemukan barang bukti berupa ratusan batang kayu berkelas dalam 23 kontainer di pelabuhan peti kemas Tanjung Emas di era Jaksa Agung Basrief Arief. Barang bukti itu  telah mangkrak selama 7 tahun. 

Total aset negara yang telah diselamatkan oleh Chuck sebagai ketua Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung periode 2014-2015 adalah Rp 3,5 triliun. Chuck kerap menjadi garda terdepan dalam mengawal eksekusi perkara-perkara yang mangkrak di Kejaksaan Agung (Kejagung). Banyak kasus korupsi yang tidak jelas akhir barang-barang sitaannya.

Lantas, seperti apakah surat Chuck dari dalam terali besi tersebut sehingga membuat jaksa dan masyarakat mendukung Chuck? Seperti dilansir @savejaksachuck, surat tersebut sebagai berikut:
"Tidak hanya karir saya yang telah dihancurkan, nama baik dan masa depan saya juga pupus ditangan mereka yang dulu saya hormati. Tidak mengapa, saya mengikhlaskannya dan saya sangat yakin pada kebesaran-NYA.
terpenting saat ini adalah istri dan anak-anak yakin bahwa saya tidak mengambil apapun yang saya perjuangkan untuk negara ini. Suatu ketika akan datang saatnya dimana kebenaran akan tetap menjadi kebenaran. Walaupun ditutupi dengan segudang alasan.
Mereka dapat menghancurkan nama baik dan menahan tubuh saya disini. Tetapi Ingat!! Hati dan pemikiran saya akan tetap tercurah hanya untuk institusi KEJAKSAAN".
9 April 2019
Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung
Chuck Suryosumpeno

Totok Minarto, salah satu warganet, mendoakan atas perjuangan Chuck. "Semoga pak Chuck tetap tabah, InsyaAllah kebenaran akan tampak cepat atau lambat, yg batil akan kena azab dari Allah Swt. Aamiin yaa rabbalalamin," tulisnya. Begitu pula komentar lainnya yang mendukung langkah Chuck untuk Indonesia yang lebih baik dalam penegakan hukum.

Edywardus menyampaikan: "Mohon Bapak Presiden terjun langsung melihat kejadian seperti ini jangan hanya kepentingan pribadi Negara dikorbankan," ucapnya yang diikuti Ixas Ikas, "Tolong Pak President Perhatiannya..".

Tag's Berita

End of content

No more pages to load