Cuitan Mahfud MD di Twitter terkait isu people power.

Cuitan Mahfud MD di Twitter terkait isu people power.



Beredarnya pesan berantai di WhatsApp yang menyebut Indonesia akan kembali mengalami peristiwa yang mirip tahun 1998 pasca-pemilu sudah dipastikan hoax oleh pihak kepolisian. Namun sampai sekarang, isu people power yang muncul seiring menyebarnya pesan di WhatsApp dan media sosial itu masih menjadi perbincangan hangat.

Menanggapi itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meminta agar masyarakat tetap tenang. Melalui cuitannya di Twitter, guru besar FH-UII Yogyakarta itu menyampaikan jika masyarakat jangan sampai diresahkan dengan isu people power.

Dia berpendapat, jika people power itu diartikan sebagai gerakan rakyat secara bersama dan masif untuk melakukan perubahan, maka pemilu itu sendiri adalah people power yang sesungguhnya. "People power tak harus diartikan sebagai gerakan fisik untuk melawan yang kita anggap zalim," katanya sebagaimana kutipan cuitannya di Twitter, Kamis (18/4/2019) malam.

Sebelumnya Mahfud juga menyampaikan bahwa sampai sekarang belum ada pemenang resmi dalam pilpres. Dia juga meminta agar hasil quick count (hitung cepat) tak dijadikan sebuah pijakan. Sebab, hasil hitung resmi yang berhak mengeluarkan adalah KPU.

"Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Ketahuilah, sampai saat ini belum ada pemenang Pilpres 2019 yang resmi. Hitung cepat dari pihak manapun sekarang belum sah. Penentunya nanti adalah KPU melalui hitung manual yang bisa diawasi bersama. Sebaiknya semua pihak tenang, menunggu keputusan KPU," tulisnya.

Lebih jauh Mahfud menyampaikan hasil quick count harus dibuktikan melalui penghitungan manual. Begitu juga dengan hasil real count yang dilakukan kontestan masih belum dapat dijadikan acuan lantaran belum mencakup seluruh TPS di Indonesia.

Dalam situasi seperti sekarang, Mahfud juga meminta agar KPU terus bersifat profesional dan benar-benar independen. Dia pun meminta TNI-Polri harus menjaga keamanan dan ketertiban dengan persuasif serta elit politik dan kontestan harus menahan diri.

"Kejujuran harus ditegakkan secara sungguh - sungguh. Pemilu bukanlah pembuat pilu," ucap Mahfud.

 


End of content

No more pages to load