Kondisi tanah ambles di jalan KH. Agus Salim Gg. Soponyono RT 01 RW 03, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. (Foto: istimewa)

Kondisi tanah ambles di jalan KH. Agus Salim Gg. Soponyono RT 01 RW 03, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. (Foto: istimewa)


Editor

A Yahya


Kecamatan Batu rawan akan tanah ambles. Kali ini tanah ambles itu menimpa rumah milik pasangan Sutinah-Iksan di jalan KH. Agus Salim Gg. Soponyono RT 01 RW 03, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Padahal tidak ada hujan, dan cuaca cukup cerah di Kota Batu pada Kamis (18/4/2019). Tapi karena rembesan air dari pipa saluran air kamar mandi, sehingga menyebabkan tanah bekas galian mengalami ambles.

Gara-gara rembesan itu yang akhirnya berdampak pada rumah milik Sutinah-Iksan menimpa area dapur dan kamar mandi. Diperkirakan amblesnya tanah itu dengan dimensi luas lubang 4x4 Meter dan kedalaman 1,5 Meter. “Kondisinya saat ini di bagian kamar mandi dan bagian dapur menggantung. Karena amblesnya di kamar mandi,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim. 

Selain kamar mandi yang menggantung, tembok pada bagian dapur mengalami retak dan di bagian kamar mandi ambruk. “Cukup parah tanah amblesnya. Tembok sebagian roboh,” imbuhnya.

Tidak hanya itu saja, sebagai perabotan dapur dan kamar mandi yang ada di sana tertelan tanah ambles. Untuk menghindari adanya korban petugas BPBD Kota Baru melakukan pemasangan garis pembatas. Supaya masyarakat sekitar tidak mendekati daerah tersebut. “Rencananya pada hari Minggu nanti kita akan melakukan kerja bakti bersama warga sekitar untuk melakukan pemgurukan,” tambah Rochim.

Menurutnya memang terdapat aktivitas galian C di daerah tersebut sejak beberapa tahun silam, yang imbasnya dirasakan saat ini. Setelah sekian tahun berjalan aktivitas galian C tersebut ternyata telah membuat ruang-ruang kosong di bawah permukaan tanah. 


End of content

No more pages to load