Kukuh Sanyoto saat diberi kesempatan untuk mengangkat Piala Presiden 2019 setelah menempuh perjalanan 28 Km dengan jalan kaki (Hendra Saputra)

Kukuh Sanyoto saat diberi kesempatan untuk mengangkat Piala Presiden 2019 setelah menempuh perjalanan 28 Km dengan jalan kaki (Hendra Saputra)



Arema FC yang menjadi juara Piala Presiden 2019 nampaknya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aremania bernama Kukuh Sanyoto yang menebus nadzar nya dengan berjalan kaki 28 kilometer atau dari Kromengan hingga Kandang Singa.

Sejak Arema FC memastikan diri masuk ke final Piala Presiden 2019, Kukuh Sanyoto atau yang biasa dikenal di Stadion Kanjuruhan sebagai maskot Singa melakukan nazar berjalan kaki dari rumahnya yang beralamat di Jalan Timbang Jaya, Slorok, Kromengan, Kabupaten Malang

"Nazar awal itu mulai Arema masuk final lawan Persebaya. Karena menurut saya ini pertandingan yang spesial buat saya. Juga karena rivalitas, kebanggaan dan harga diri," ujar Kukuh dengan wajah yang terlihat sangat lelah.

Dalam perjalanannya, kendala yang dihadapi Kukuh yakni terik matahari yang sangat panas dan juga ia kekurangan oksigen karena topeng Singa yang dikenakannya.

Namun karena niatnya sangat keras dan juga dorongan masyarakat ketika ia berjalan, membuat semua halangan mampu dilalui.

28 kilometer bukanlah jarak yang pendek, tapi Kukuh mampu melalui hanya dengan tiga kali berhenti hanya sekadar untuk menenggak minum.

Nadzar yang dilakukan Kukuh ini murni karena niat tulus untuk mengapresiasi perjuangan pemain Arema FC yang membawa nama harum bagi Malang Raya.

"Mohon digaris bawahi, saya tidak mencari tenar, dikenal orang atau mencari sensasi. Tujuan saya mengapresiasi perjuangan pemain Arema FC yang telah membanggakan Malang. Bisa tanyakan, saya tidak pernah mengabari manajemen Arema, saya tidak pernah upload di media sosial juga," ungkapnya.

Ketika sudah mendekati Kandang Singa, Kukuh dibantu dengan dua orang karena tenaganya sudah habis, tapi ia masih bisa melangkahkan kakinya untuk sampai di tempat.

Begitu masuk Kandang Singa, Kukuh langsung sujud syukur dan melakukan doa. Dan beberapa perwakilan dari manajemen Arema FC menyambutnya.

Tak hanya itu, manajemen juga memberikan marchandise sebagai bentuk apresiasi atas apa yang sudah dilakukan Kukuh untuk Arema FC. 

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load