Salah satu sudut di UIN Maulana Malik Ibrahim/UIN Malang. (Foto: Istimewa)

Salah satu sudut di UIN Maulana Malik Ibrahim/UIN Malang. (Foto: Istimewa)



Salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Kota Malang yakni UIN Maulana Malik Ibrahim atau UIN Malang ternyata selama ini telah diapresiasi dunia melalui konsep integrasinya. Di luar sana, UIN Malang dikenal sebagai pelopor dalam upaya untuk mengintegrasikan antara science, teknologi, seni, dan agama.

Hal itu diwujudkannya dalam bentuk mengintegrasikan dua lembaga, yang pertama adalah lembaga pendidikan pesantren, yang kedua adalah lembaga pendidikan tinggi.

Melalui dua lembaga ini, maka UIN menghasilkan orang-orang yang mempunyai kedalaman spiritual dan keagungan akhlak, selain itu juga menghasilkan keluasan ilmu dan kematangan profesional.

"Lembaga pesantren untuk konteks Indonesia menghasilkan orang-orang yang mempunyai kedalaman spiritual dan keagungan akhlak. Di sisi lain, pendidikan tinggi dalam bentuk perguruan tinggi menghasilkan keluasan ilmu dan kematangan profesional," papar Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag.

Kedua hal tersebut kemudian diintegrasikan dalam proses pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim. Jadi, ada pesantren dan ada pendidikan tinggi yang berbentuk universitas tersebut.

"Maka harapan kita akan memunculkan empat pilar yaitu kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional," jelasnya.

"Dan inilah yang sesungguhnya modal dari seorang ulul albab, seorang alim, seorang ulama," imbuh pria berkacamata tersebut.

Ditegaskan oleh Haris, mahasiswa UIN Malang harus mempunyai spiritualitas yang dalam serta mempunyai keluasan ilmu, di samping itu juga punya kematangan profesionalitas.

Selain belajar di prodi masing-masing, seperti kedokteran, farmasi, dan sebagainya, mahasiswa UIN Malang juga tinggal di pesantren. Di sini mereka mendapat hidden kurikulum.

"Ada hidden kurikulum, kurikulum yang tidak tertulis yang sangat amat mempengaruhi pribadi mereka," ungkap Haris.

Dicontohkan olehnya bahwa hidden kurikulum tersebut meliputi sopan santun, salat berjamaah, disiplin, saling membantu dan sebagainya yang semua ada di dalam ma'hat.

Untuk diketahui, UIN Malang sebagai universitas yang telah diakui dunia melalui konsep integrasinya juga mendidik mahasiswa luar negeri dari 32 negara.


End of content

No more pages to load