Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Forkopimda Jawa Timur, mendengarkan keterangan Bupati dan Plt Wali Kota Blitar, terkait kesiapan dan kesiap siagaan pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019.(Foto : Team BlitarTIMES)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Forkopimda Jawa Timur, mendengarkan keterangan Bupati dan Plt Wali Kota Blitar, terkait kesiapan dan kesiap siagaan pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019.(Foto : Team BlitarTIMES)


Editor

A Yahya


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Blitar, Selasa (16/04/2019). Mantan menteri Sosial pada kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla ini, berkunjung ke Blitar guna memastikan pelaksanaan pemilu serentak 2019 di Kota Blitar dan Kabupaten Blitar sudah siap 100 persen.

Gubernur Khofifah tiba di Blitar sekitar pukul 11.00 WIB landing di lapangan Yonif 511 Blitar, setelah take off dari Lanud (Landasan Udara) Pacitan. Khofifah beserta rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Timur, di Yonif 511 Blitar disambut oleh Bupati Blitar Rijanto, Plt Wali Kota Blitar Santoso, berserta Forkopimda Blitar.

Setelah transit di markas Badak Hitam, Khofifah bersama rombongan bergeser menuju Pendopo Ronggo Hadinegoro Kabupaten Blitar, Jalan Semeru, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Rombongan dalam perjalanan dari Yonif 511 Blitar ke pendopo Ronggo Hadinegoro dikawal ketat oleh petugas Polres Blitar.

Setiba di pendopo Ronggo Hadinegoro, Khofifah bersama rombongan disambut oleh wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo beserta jajaran Forpimda Kabupaten Blitar.

Di pendopo milik Pemkab Blitar itu, Khofifah didampingi Kapolda Jatim Irjen. Pol. Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayjen. TNI. Wisnoe Parasetja, Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim Sunarta, Ketua KPU Provinsi Jawa Timur Choirul Anam, dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim Moh. Amin, meminta penjelasan atas laporan kesiapan dan kesiap siagaan pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten/Kota Blitar.

Secara bergiliran, Ketua KPU Kota Blitar Setyo Budiono dan Ketua KPU Kabupaten Blitar Imron Nafifah menyampaikan laporannya kepada Gubernur Khofifah. Kemudian Bupati Blitar Rijanto dan Plt Wali Kota Blitar Santoso juga melaporkan kesiapan pelaksanaan pesta rakyat lima tahunan itu akan berjalan aman, tertib dan damai.

"Kami semua melakukan monitoring kesiapan dan kesiapsiagaan dalam proses penyelenggaraan pemilu besuk pagi, apakah terkait dengan Pilpres maupun pileg. Apa yang akan dilakukan kita siap siagakan," jelas Khofifah kepada awak media seusai kegiatan di pendopo Ronggo Hadinegoro.

Gubernur Khofifah menerangkan, kesiapan pelaksanaan pemilu secara substansi dan teknis harus benar-benar dikerjakan dengan baik. Terkait hal teknis, kata Khofifah, pendistribusian formulir C6 dan logistik pemilu harus sudah siap terdistribusi ke setiap TPS.

"Kemudian timeframe yang sering terviralkan, jam 13 TPS tutup. Kalau mereka (pemilih) sudah mendaftar dan mengisi formulir C7, maka mereka harus diberikan kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya," kata dia.

Orang nomor satu di Jawa Timur itu juga ingin memastikan, terhadap timbulnya potensi perselisihan (dispute) proses penyelenggaraan pemilu tahun ini di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten/Kota Blitar bisa dikonsolidasikan dengan institusi terkait.

Dia juga ingin helpdesk di KPU maupun Bawaslu Provinsi Jawa Timur dengan KPU dan Bawaslu Kabupaten/Kota Blitar bisa tersambung dengan sistemik dan terjadi hubungan respon yang cepat (quick renspons). "Saya berharap untuk masyarakat Jawa Timur untuk menggunakan hak pilihnya di pemilu besok, 17 April. Pastikan datang ke TPS untuk memilih, apakah untuk Pilpres maupun Pileg," tukasnya.

Diinformasikan, Gubernur Khofifah bersama rombongan meninggalkan pendopo Ronggo Hadinegoro sekitar pukul 13.00 WIB. Khofifah bersama rombongan akan take off dari Helipad Batalyon 511 menuju Kabupaten Pamekasan.

Dihubungi terpisah, Bupati Blitar Rijanto menjelaskan, pada pemilu 2019 pihaknya bersama KPU Kabupaten Blitar menargetkan partisipasi masyarakat (parmas) pemilih mencapai 80 persen. Terpisah, Plt Wali Kota Blitar Santoso menargetkan parmas pemilih pemilu 2019 di Kota Blitar mencapai 77,5 persen. Kedua pemimpin Kabupaten/Kota Blitar ini memastikan kesiapan pelaksanaan pemilu serentak 2019 di wilayah Blitar akan berjalan tertib, damai, dan kondusif.


End of content

No more pages to load