Kadinso Kabupaten Jombang saat diwawancarai di Pendopo Kabupaten Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Kadinso Kabupaten Jombang saat diwawancarai di Pendopo Kabupaten Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

A Yahya


Tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) diminta untuk tetap netral di kontestasi Pemilihan Umum 2019 yang tinggal beberapa hari. Di Kabupaten Jombang, tenaga pendamping PKH menurut data dari Dinas Sosial Kabupaten Jombang mencapai 150 orang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Moch Saleh menyatakan, tenaga pendamping PKH ini sangat rentan dengan kepentingan politik yang dimanfaatkan oleh oknum.  Terlebih lagi sambung Saleh, ada 14 ribu masyarakat yang terdaftar sebagai peserta PKH atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kota santri.

"Pendamping PKH ini kan bergerak di lapangan door to door kepada para KPM, memang ini sangat riskan sekali jika dihubung-hubungkan dengan masalah politik," katanya saat diwawancarai di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (9/4) siang.

Karena hal itu, Saleh mengimbau agar para pendamping PKH untuk tetap netral di pemilihan presiden maupun pemilihan legislatif. Bentuk netralitas ini tertuang dalam kontrak yang ditandatangani oleh pendamping PKH. "Pendamping PKH ini jelas-jelas tidak diperkenankan untuk terlibat dalam politik praktis. Apalagi menggalang KPM untuk pencalonan dari seorang caleg atau siapapun," ujarnya.

Selain itu, Saleh menegaskan bahwa akan menindak tegas bagi pendamping PKH yang ketahuan tidak netral di pemilu 2019. "Yang jelas kalau ada yang ketahuan tidak netral akan ada teguran, kita SP, dan akan kita laporkan ke kementerian," tegasnya.

Sementara, Kadinsos juga memastikan bahwa hingga hari ini para pendamping PKH tetap netral. Tidak ada kegiatan politik yang dilakukan oleh pendamping PKH. "Saya pastikan tidak ya (tetep netral, red). Kalaupun ada kegiatan para pendamping PKH dikumpulkan, memang saat ini mereka lagi ada kegiatan yang sifatnya urgen, terkait pemutahiran data KPM," pungkasnya.


End of content

No more pages to load