Azam Fikri Ketua Bawaslu Kota Probolinggo(Agus Salam/Jatim TIMES)
Azam Fikri Ketua Bawaslu Kota Probolinggo(Agus Salam/Jatim TIMES)

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Probolinggo, akan bersurat ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), jika mengerahkan atau melibatkan siswa-siswi. Mengingat,  kunjungan Jokowi bukan kunjungan kerja (Kunker), tetapi berkampanye.

Penegasan tersebut disampaikan Azam Fikri ketua Bawaslu, Selasa (9/4) siang, usai mengkuti Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan kunjungan Jokowi, di Puri Menggala Bhakti, kantor wali kota. Menurutnya, apa yang dilakukan sebagai upaya pencegahan, karena acara yang akan dilakukan disdikpora menabrak aturan, baik Undang-undang maupun Peraturan KPU (Per-KPU).

Dijelaskan, pihaknya mendapat laporan, bahkan surat undangan untuk acara yang berlangsung Selasa pukul 07.00 di aula Disdikpora, sudah ada ditangannya.  Acaranya, Rapat Koordinasi (Rakor) rencana kunjungan presiden dan yang diundang, kepala SMA/SMK/MA/SMP/SD sederajat, negeri dan swasta. “Acaranya berlangsung sekarang. Hasilnya belum tahu. Informasinya, siswa diikutkan menyambut kedatangan presiden,” tandasnya.

Azam berharap, pengerahan siswa untuk menyambut kedatangan presiden, tidak dilakukan. Mengingat, Jokowi ke Kota Probolinggo, bukan kunker (Kunjungan Kerja) tetapi kempanye. Menurutnya, anak sekolah (Siswa) tidak boleh terlibat atau dilibatkan dalam kampanye apa saja, baik kampanye pileg ataupun pilpres. “Acara pak Jokowi di GOR Kedopok itu, kampanye. Kalau di Kabupaten, kunker. Presiden meresmikan tol,” tandasnya.

Saat ditanya, kapan surat teguran akan dilayangkan ? Azam menjawab, menunggu hasil rakor disdikpora. Jika dinas yang dikepalai Muhamad Maskur, benar-benar akan melibatkan siswa, maka Selasa sore, pihaknya akan melayangkan surat. “Kami menunggu. Kalau informasi itu benar, kami akan mengingatkan. Kami mencegah agar pengerahan anak sekolah tidak terjadi,” pungkasnya.

Terpisah, kepala Disdikpora Muhammad Maskur membenarkan, kalau pihaknya mengundang kepala sekolah dalam rangka persiapan kunjungan presiden. Namun, rencana penyambutan yang akan melibatkan anak didik, dibatalkan. Mengingat, presiden tidak mau kedatangannya disambut siswa. “Bapak presiden tidak mau mengganggu pelajaran anak-anak. Kan anak-anak tidak libur,” tandasnya.

Selain itu, presiden ke GOR Kedopok (Nastrip) acara kampanye, bukan kunker seperti di kabupaten. Alasan lain penyambutan siswa dibatalkan, karena jalur yang akan dilewati Jokowi berubah. Awalnya, presiden akan mendarat di Stadion Bayuangga dan naik kendaraan menuju Leces, lewat jalur kota. “Informasinya seperti itu. Rute yang akan dilalui Presiden berubah. Akhirnya, penyambutan tidak jadi. Katanya, dari Surabaya pak Jokowi lewat tol ke Leces,” pungkas M Maskur.