Mahfud MD saat diwawancarai wartawan. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Mahfud MD saat diwawancarai wartawan. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



Akhir-akhir ini, banyak tudingan curang dan tidak adil dalam penyelenggaraan pemilu yang dialamatkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menanggapi hal ini, nantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan hal itu adalah upaya delegitimasi pemilu.

"KPU sekarang ini kan mau didelegitimasi. Dibilang mau curang lah, dibilang mau didikte oleh kekuatan lain lah. Percayalah, KPU itu independen sampai sekarang. Dia (KPU) tidak bisa curang," tegas pakar hukum tata negara tersebut saat ditemui usai gelaran Dialog Kebangsaan di Gedung Kuliah Bersama IV lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (9/4).

Mahfud mengatakan, KPU tidak mungkin curang karena mereka menangani 800 ribu TPS dan perhitungannya tidak memakai komputer, melainkan manual. "Bagaimana mau curang secara terstruktur? Itu tidak mungkin," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Mahfud mendorong KPU harus berani melawan tuduhan tersebut dan harus membuktikan bahwa tidak ada kecurangan.

Meski begitu, lanjut Mahfud, kecurangan-kecurangan kecil yang mungkin terjadi tetap harus diantisipasi. Antisipasi ini dilakukan bukan hanya oleh KPU, melainkan juga oleh polisi, Bawaslu, dan masyarakat.

Dalam upaya dukungannya terhadap KPU, Mahfud selaku ketua Gerakan Suluh Kebangsaan dan beberapa tokoh akan mengunjungi KPU pukul 14.00 Rabu  10 April 2019.

"Saya dari Suluh Kebangsaan bersama beberapa tokoh akan datang ke KPU pukul 2 (14.00) untuk menyampaikan dukungan kepada KPU agar melaksanakan pemilu secara fair dan bermartabat," ungkapnya.

Mahfud mencontohkan, salah satu bentuk pendeligitimasi KPU adalah ketika Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beberapa waktu lalu sempat menyatakan akan melaporkan KPU ke PBB jika dianggap ada kecurangan dalam Pemilu 2019.

"Kalau saya kalah nanti, tidak akan melapor ke MK tapi akan melapor ke PBB. Itu delegitimasi namanya. Mengurangi nilai kejujuran KPU. Apa pun alasannya, pemilu ini harus jalan. Kita tidak bisa mundur," tandasnya.


End of content

No more pages to load