Ali Mukhtar, ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf. (Agus Salam/Jatim TIMES)

Ali Mukhtar, ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf. (Agus Salam/Jatim TIMES)



Santernya isu soal Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf yang setengah hati dalam memenangkan pasangan nomor urut 01 itu sehingga berdampak pada lengsernya Hadi Zainal Abidin, wali kota Probolinggo dari ketua TKD, ditanggapi serius oleh Ali Mukhtar.

Ali yang kini menjadi ketua TKD Jokowi-Ma’ruf di Probolinggo menggantikan Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, isu yang berkembang tersebut tidak benar. Di bawah komandonya, TKD, relawan dan parpol pendukung capres-cawapres nomor 01 solid dan bekerja maksimal untuk menang.

Terbukti, pasangan Jokowi-Ma'ruf saat ini menurut hasil survei internal berada diblevel 55 persen. Padahal, pada pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2014, Jokowi yang kala itu berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah. Pasangan Jokowi-Kalla meraup 58.149 suara. Sedangkan lawannya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa, mendulang 69.112 suara. Selisih suara sebesar 10.963 suara.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan timnya, Ali yang juga anggota DPRD Kota Probolinggo optimistis Jokowi-Ma’ruf menang. Apalagi, Rabu besuk Jokowi akan menghadiri kampanye di GPR Kedopok. “Ya, beliau akan datang dan kampanye di sini. Kehadiran Pak Jokowi akan menambah suara loh. Jadi kami yakin, di kota (Probolinggo), Jokowi menang,” ujar Ali yakin.

Terkait hengkangnya Habib Hadi dari ketua TKD, Ali menegaskan bukan karena setengah hati, tetapi karena aturan. Menurut dia, kepala daerah, termasuk wali kota dan pejabat pemerintah yang lain, tidak boleh menjadi ketua TKD. Itu sesuai undang-undang pemilu dan peraturan KPU. “Bukan diganti karena tidak aktif. Tapi karena tidak boleh oleh aturan,” tandasnya.

Karena itulah, akhirnya Hadi yang sempat menjadi ketua TKD Jokowi-Ma’ruf selama sebulan di bulan November diganti. Dan penggantinya adalah Ali Mukhtar sendiri, jauh sebelum Hadi yang juga ketua DPC PKB dilantik menjadi wali kota Probolinggo. “Kalau tidak salah, Habib Hadi sudah tidak menjadi ketua TKD November tahun lalu. Penggantinya saya,” aku Ali di sela-sela rapat Paripurna, Senin (8/4) siang.

Ditanya soal beredarnya foto Habib Hadi bertemu dengan Habib Rizieq di Arab Saudi saat menjalankan ibadah umrah, Ali mengatakan, pertemuan tersebut adalah pertemuan kekeluargaan. Bukan pertemuan politik seperti kabar yang beredar. 

Saat umrah, lanjut Ali, mertua Habib Hadi bertemu dengan Habib Rizieq di hotel. “Pas ketemu di sana. Kan menginapnya di satu hotel,” ujar Ali.

Mereka mengadakan pertemuan kangen-kangenan karena mertua Habib Hadi pernah menjadi bapak kos Habib Rizieq saat di Surabaya. Dijelaskan, saat di Surabaya, Habib Rizieq kos di rumah mertua Habib Hadi. “Pertemuan itu tidak ada sangkut-pautnya dengan pilpres. Murni pertemuan kangen-kangenan,” tambahnya.

Soal baliho atau banner sejumlah ketua partai pendukung dan pengusung pasangan capres nomor urut 01 yang tersebar di sejumlah ruas jalan dan tempat strategis, menurut Ali, selain menyambut kedatangan Jokowi, juga untuk menepis isu yang beredar. “Kan Pak Jokowi akan kampanye di sini Rabu besok. Sekaligus menepis anggapan Pak Wali tidak mendukung Jokowi-Ma’ruf,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load