Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.(Foto : suarasurabaya.net)

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.(Foto : suarasurabaya.net)



Kasus mayat dalam koper tanpa kepala mulai menampakkan titik terang. Saat ini Polda Jatim telah mengantongi identitas dua orang terduga pelaku yang melakukan pembunuhan dan mutilasi korban Budi Hartanto.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi menduga aksi pembunuhan terhadap Budi dilakukan oleh lebih dari satu orang. Melansir Surya.co.id, polisi menduga pelaku mutilasi berasal dari teman komunitas Budi Hartanto. Tak hanya itu, pelaku juga mengenal korban secara dekat.

Hubungan kedekatan tersebut lantaran adanya kesamaan komunitas atau lingkungan sosial. Dan pelakunya tidak sendirian, alias lebih dari satu orang.

"Pelaku diperkirakan sangat dekat dan sangat mengenal korban," ucap Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, Minggu (7/4/2019) dikutip dari Surya.

Berdasarkan data-data, polisi menduga dua pelaku tersebut merupakan otak pembunuhan Budi. Bahkan, terduga pelaku merupakan berasal dari komunitas korban yang sedang digeluti korban. "Jadi bukan pelaku tunggal. Artinya pembunuhan itu ada yang membantu atau memperlancar. Saat ini kami sedang lakukan pengejaran terhadap dua orang itu," beber Barung.

Motif pembunuhan dan mutilasi guru Budi Hartanto hingga kini pun masih dalam pendalaman pihak kepolisian. Sempat muncul beberapa dugaan motif kasus ini seperti perampokan namun hal tersebut belum terbukti.

Hingga saat ini sudah ada 16 saksi yang diperiksa polisi. Mereka adalah keluarga dan teman-teman korban. Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Kediri Kota. Selain Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, dan penyidik Polres Kediri Kota, penyidik dari Polres Blitar Kota juga dilibatkan dalam pemeriksaan  saksi.(*)

 


End of content

No more pages to load