Kondisi mobil carry yang ringsek usai menghantam pohon penerangan yang berlokasi di Jalur Lingkar Barat, Kecamatan Kepanjen (Foto : Facebook)

Kondisi mobil carry yang ringsek usai menghantam pohon penerangan yang berlokasi di Jalur Lingkar Barat, Kecamatan Kepanjen (Foto : Facebook)


Editor

A Yahya


Keheningan warganet kembali pecah setelah dihebohkan dengan kasus kecelakaan yang terjadi di Jalur Lingkar Barat (Jalibar), Kecamatan Kepanjen. Peristiwa tersebut kali pertama diposting oleh akun facebook bernama Chella Peseckh.

“Dari grup sebelah,” tulisnya yang turut melampirkan unggahan tautan yang sudah sempat didapat dari berbagai grub facebook. Dalam postingannya, Chella juga melampirkan dua buah foto yang dilengkapi dengan diskripsi bertuliskan “Jalibar. Ati-ati nk nggwo kendaraan lur. Gak usah kebut”an (Jalibar. Hati-hati kalau bawa kendaraan. Tidak usah kebut-kebutan,” tulisnya.

Baru beberapa jam berselang, postingan tersebut langsung menuai komentar dan tanggapan dari ratusan warganet yang menghuni grup yang memiliki anggota sekitar 600 ribu akun tersebut. Seperti yang tertulis di kolom komentar, yang dicantumkan oleh akun bernama Moms Zahra Agil. “smga (semoga) Tak ada korban jiwa,” tulisnya.

Komentar tersebut juga langsung ditanggapi oleh akun lainnya. “Iku montor (mobil) pribadi ta pikep..kok muatane (membawa muatan) buah,” tulis akun Yukhry.

Berangkat dari kehebohan warganet itulah, MalangTIMES.com mencoba untuk mencari kronologi kejadiannya. Diperoleh keterangan, insiden kecelakaan yang mengakibatkan mobil charry warna maron yang rusak parah itu, ternyata terjadi Sabtu (6/4/2019) sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Diketahui pengemudi mobil yang ringsek bagian bodi depan akibat menghantam pohon penerangan itu, bernama Satiman warga Desa Palakan Kecamatan Ngajum. Semula, korban mengemudikan mobil yang ditumpanginya dari arah utara dengan kecepatan sedang.

Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di kilometer 05 arah Jalibar menuju Talangagung. Korban tiba-tiba tidak fokus berkendara, sehingga menyebabkan mobil yang dikemudikannya keluar dari jalur aspal jalan. “Dari pendalaman kami, kecelakaan ini terjadi karena korban mengantuk saat berkendara,” kata Kanitlaka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto.

Dugaan tersebut dikuatkan dengan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) serta keterangan beberapa saksi mata yang dihimpun polisi. Dimana korban memang terlibat kecelakaan tunggal. “Dari kesaksian korban, saat itu dia dan seorang temannya hendak pulang ke rumah setelah membeli jeruk di pasar gadang Kota Malang,” sambung Agus.

Meski mobil yang ditumpangi korban dan seorang temannya yang bernama Hasta, mengalami rusak parah. Namun keduanya dikabarkan dalam kondisi selamat. “Mereka (korban) hanya mengalami luka lecet di kaki dan tangan, usai mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit. Keduanya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing,” ujar Agus sembari mengatakan jika kasus kecelakaan yang viral ini, membuat korban memutuskan tidak berkenan ditangani polisi lantaran hanya mengalami kerugian materi dan kedua korban selamat.


End of content

No more pages to load