Salah satu pemilih saat memasukkan kertas suara yang sudah dicoblos  (Agus Salam/Jatim TIMES)
Salah satu pemilih saat memasukkan kertas suara yang sudah dicoblos (Agus Salam/Jatim TIMES)

Agar saat pemungutan suara tidak kebingungan dan selesai sesuai waktu, Komisi Pemiliha Umum (KPU) Kota Probolinggo, kamis (4/4)pagi menggelar simulasi pemungutan suara atau pencoblosan Pilpres, Pileg dan DPD di gedung Paseban Sena, Jl Soroyo, kota setempat.

Dalam acara tersebut KPU mengundang seluruh anggota PPK dan PPS dari 29 Kelurahan. Pada kegiatan Simulasi kali ini, lokasi disetting seperti pada pemungutan suara sebenarnya. Mulai dari pendaftaran atau pencocokan identitas peserta yang akan mencoblos di TPS tersebut hingga memasukkan kertas suara ke kotak suara yang terdiri dari 5 kotak.

Di antaranya, kota suara untuk Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota atau Kabupaten. Bahkan panitia pemungutan suara juga disuguhi pencoblos disable, seperti tuna netra dan cacat tubuh. Selain itu ada pencoblos yang protes karena lama menunggu dan peserta yang tidak membawa kartu penggilan pemungutan suara dan KTP.

Moch Akbar, Komisioner KPU  Divisi mengatakan, Simulasi yang digelarnya mempresentasikan kejadian pemungutan suara sebenarnya. Seluruh unsure yang terlibat dalam pencoblosan dilibatkan. Tujuannya mengetahui dan menguasai saat pemungutan suara sesungguhnya. “Paling tidak PPK dan PPS mengetahui secara langsung proses pemungutan hingga perhitungan suara,” kata pria yang diasapa Akbar tersebut.

Panitia penyelenggara simulasi mengibaratkan, pemilihan berlangsung di TPS 058 Kelurahan Jrebeng Kulon Kecamatan Kedopok, dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 40 orang dan Daftar Pemilih tambahan (DPTB) 8 pemilih. Selain itu simulasi juga dilenggkapi sarana dan prasarana seperti pemungutan sebenarnya seperti, kotak suara dan 2 bilik tempat pencoblosan, termasuk peran sebagai KPPS dan Saksi.

Sebelum pemungutan suara dimulai, petugas KPPS dan saksi menggelar rapat, kemudian pengambilan sumpah, disaksikan saksi dan pemilih yang hadir. Kemudian, petugas KPPS membuka satu persatu kotak suara yang masih terbungkus dan tersegel. Petugas mengeluarkan surat suara dikotak suara untuk dihitung. Satu kotak suara didalamnya berisi kertas suara Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Petugas KPPS menjelaskan teknis pemungutan suara, jenis surat suara hingga hal-hal yang dilarang saat pemungutan suara. KPPS memanggil satu persatu pemilih berdasarkan urutan kedatangan. Sebelum memasuki bilik suara, pemilih menunjukkan surat undangan ke petugas KPPS.

Pemilih diberi 5 surat suara dan dipersilahkan masuk ke bilik suara dan memasukkan 5 surat suara yang sudah dicoblos ke kotak, sesuai namanya. Sebelum meninggalkan TPS, pemilih mencelupkan salah satu jarinya ke tinta berwarna ungu dan begitu seterusnya hingga pencoblosan ditutup pukul 13.00. Setelah itu, dilanjutkan penghitungan suara.