Wakapolres Malang Kota, Bambang Cristanto saat melakukan rilis kasus pembunuhan di Gadang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Wakapolres Malang Kota, Bambang Cristanto saat melakukan rilis kasus pembunuhan di Gadang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



Motif pengeroyokan hingga penusukan yang akhirnya menyebabkan Suyono (34) warga Baran, Urek-Urek, Gondanglegi, Kabupaten Malang, di Jembatan Gadang, akhirnya terungkap. 

Motifnya sempat dikatakan pihak kepolisian adalah karena salah satu dari tujuh para pelaku memiliki dendam pribadi.

Namun terkait dendam apa yang membuat para pelaku tega mengeroyok dan menghabisi nyawa korban, dijelaskan polisi  korban dituduh menjadi informan atau mata-mata, dimana  yang memberikan suatu informasi kepada polisi mengenai sebuah kasus.

"Keluarga salah satu pelaku ini sempat ada yang tertangkap karena kasus narkoba, dan pelaku menduga korban ini yang menginformasikan kepada polisi, sehingga pelaku dendam dan akhirnya mengeroyok dan membunuh korban," Wakapolres Malang Kota Kompol Bambang Christanto (4/4/2019).

Lebih lanjut ditambahkan Kasat Reskrim, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, jika terkait informasi yang dituduhkan pelaku kepada korban, jika korban menjadi informan polisi, merupakan adalah hal yang tidak benar.

"Padahal bukan sama sekali, ini bisa dikatakan salah sasaran atau hoax yang dituduhkan kepada korban. Teman-teman pelaku ini termakan kabar bohong itu sampai akhirnya ikut memukuli. Yang pertama kali memunculkan kabar itu yang  IL dan SW. Jadi korban ini memang bisa dibilang salah sasaran," jelasnya.

Terkait keluarga salah satu pelaku yang dikatakan masuk penjara karena kasus narkoba, dijelaskan Kasat, memang ada, namun saat ini informasinya sudah bebas.

"Dan saat ini petugas masih memburu satu pelaku yang berperan memukuli, identitasnya sudah kita ketahui,"pungkasnya.

Sebelumnya, polisi sukses membekuk pelaku pembunuhan Suyono warga Baran, Urek-Urek, Gondanglegi, Malang. 

Tak sampai delapan jam setelah kejadian tujuh pelaku pun berhasil diciduk. 

Empat orang dari tujuh pelaku masih berusia dibawah umur. 

Saat ini, para pelaku masih berada di tahanan Polres Malang Kota dan masih menjalani pemeriksaan intensif.


End of content

No more pages to load