Ilustrasi, net
Ilustrasi, net

TULUNGAGUNG TIMES - Seorang pria yang bernama Jaenuri (55) dan merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) beralamat di desa Balerejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung dilaporkan polisi Selasa (02/04) kemarin. 

Jaenuri di laporkan oleh korbannya yang bernama Sri Winarsih (51) yang juga berprofesi sebagai seorang PNS dan beralamat di desa Rejoagung RT 01/01 Kecamatan Kedungwaru lantaran telah melakukan tindakan penipuan dan penggelapan. 

"Antara terlapor dan pelapor berstatus Pegawai Negeri Sipil, pelapor membawa barang bukti berupa kwitansi pembayaran," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas AKP Sumaji, Rabu (03/04) sore.

Dari keterangan laporannya, Winarsih yang pada tanggal 02 Agustus 2017 di Desa Kedungwaru mengatakan telah terjadi tindak pidana penipuan dan penggelapan uang sebesar 350 juta rupiah.

"Awal mula kejadian korban kenal dengan terlapor dikenalkan oleh saksi berna Salim. Setelah antara korban dan terlapor kenal kemudian terlapor mengajak korban untuk membiayai proyek bedah rumah di kabupaten Tulungagung dengan keuntungan yang sangat baik," ungkap Sumaji.

Karena tergiur, lalu Winarsih bersedia ikut membiayai proyek bedah rumah yang di tawarkan oleh Jaenuri. 

Kemudian korban mulai pada tanggal 07-03-2017 sampai dengan tanggal 02-08-2018 memberikan uang untuk biaya proyek bedah rumah hingga total seluruhnya sebesar 350 juta rupiah. 

"Tetapi setelah uang di transfer janji-janji terlapor kepada korban  tidak pernah ditepati dan terlapor selalu berbelit-belit setiap ditanyakan masalah uang dan keuntungan buat korban," terangnya.

Hingga sampai saat dilaporkan uang dan keuntungan buat Winarsih tidak pernah diberikan oleh Jaenuri. 

"Merasa dirugikan selanjutnya korban melapor dan kasus ini masih kita lakukan penyidikan untuk proses lebih lanjut," pungkasnya.