Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK SH MH  (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK SH MH (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

Mendekati pemilu presiden (pilpres)  yang tinggal hitungan hari, polisi semakin waspada. Polres Malang Kota bakal membentuk tim khusus (timsus) untuk mengantisipasi serangan fajar atau money politics sekaligus tindak perjudian yang rentan memanfaatkan momen pemilihan presiden.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK SH MH menjelaskan, jika berkaitan hal tersebut, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengenai antisipasi hal-hal yang bisa menganggu jalannya pemilu seperti serangan fajar maupun perjudian.

Untuk tim khusus yang akan dibentuk, nanti personelnya akan berasal dari unsur satreskrim maupun dari satintel Polres Malang Kota. Mereka mengantisipasi tindakan-tindakan yang bisamenganggu konsusifitas saat pemilu.

"Tim khusus dibentuk untuk melakukan pemantauan-pemantauan di seluruh kawasan Kota Malang, mengantisipasi serangan fajar, dan juga mereka yang memanfaatkan pilpres sebagai perjudian. Banyak personel yang dilibatkan," jelasnya (2/4/2019).

Sementara itu, untuk pengawasan di sekitar 2.000 lebih tempat pemungutan suara (TPS), polisi akan menerjunkan 600 personel yang akan menjaga TPS. Dua personel memegang sekitar lima TPS. Sementara sosial 400 lebih personel akan ditugaskan untuk berpatroli di wilayah kecamatan masing-masing guna mengantisipasi tindak kejahatan. "Nantinya juga terdapat bantuan dari satpol PP dan dari Brimob yang menurunkan sekitar 1 kompi personel," papar kapolres.

Menurut Asfuri, meskipun secara indeks kerawan saat pemilu Kota Malang kondusif, masih ada titik-titik kerawan yang patut diwaspadai akan rentan terjadinya tindak perjudian ataupun manipulasi data pemilu. "Ya seperti TPS dekat rumah caleg, rumah timses, itu rawan. Makanya kami juga akan mengantisipasi dengan memperketat pengamanan TPS baik saat pencoblosan maupun perhitungan suara," pungkasnya.