Effendi alias Pendik tersangka kasus asusila terhadap anak di bawah umur saat dimintai keterangan penyidik, Kecamatan Pakisaji (Foto : UPPA Polres Malang for MalangTIMES)
Effendi alias Pendik tersangka kasus asusila terhadap anak di bawah umur saat dimintai keterangan penyidik, Kecamatan Pakisaji (Foto : UPPA Polres Malang for MalangTIMES)

Kebiasaan suka memuaskan diri sendiri (Onani) akhirnya membuat Effendi alias Pendik, Warga Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji ini, kini harus mendekam di balik jeruji tahanan Mapolres Malang, Selasa (2/4/2019) siang.

Pria yang kini berusia 44 tahun itu akhirnya dijemput paksa oleh polisi, karena tersangkut kasus pencabulan. "Tersangka kami amankan ketika berada di rumahnya. Sebelumnya kami sudah melakukan pemanggilan sebanyak dua kali. Namun yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan, sehingga kami jemput paksa,” kata Kanit UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Diperoleh keterangan, pelaku diketahui melakukan perbuatan asusila terhadap tetangganya sendiri, yang saat ini masih berusia di bawah umur. Korbannya adalah Jelita (samaran).

Kejadian asusila yang dialami bocah perempuan berusia 8 tahun itu, terjadi pada Selasa (19/2/2019) lalu. Tepatnya sekitar pukul 12.30 waktu setempat, rumah pelaku yang berlokasi di Desa Sutojayan ini, dalam kondisi kosong. Sebab istri tersangka sedang bekerja, sedangkan dua orang anaknya juga belum pulang dari sekolah.

Mungkin karena situasi yang sepi inilah, membuat kebiasaan buruk Pendik kembali kambuh. Sesaat sebelum melakukan onani, pelaku melihat Jelita melintas di depan rumahnya. Ketika itu, muncul imajinasi liar di benak lelaki yang memiliki rambut gondrong tersebut. “Tersangka memanggil korban dan mengajaknya masuk ke dalam rumah, aksi pencabulan yang dialami korban terjadi di ruang dapur rumah tersangka,” sambung Yulistiana.

Begitu korban berada di dapur itulah, pelaku tiba-tiba mengoleskan handbody di kedua tangan Jelita. Tidak lama setelahnya, korban disuruh untuk memegang kemaluan pelaku dengan niatan untuk membantunya melakukan onani.

Lantaran masih polos, korban semula sempat mengelak permintaan pelaku. Namu Pendik memaksa korban untuk membantunya onani. “Setelah puas melampiaskan hasratnya, tersangka langsung meminta korban untuk pulang. Dia (tersangka) juga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian yang dialaminya kepada siapapun," terang Yulistiana, saat ditemui awak media.

Korban yang saat itu pulang dengan keadaan menangis, membuat pihak keluarga merasa curiga. Hingga akhirnya orang tua Jelita, menanyakan kepada putrinya perihal penyebab dia menangis.

Ketika ditanya, Jelita akhirnya menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Merasa tidak terima, pihak keluarga korban memutuskan untuk melaporkan pelaku ke Polres Malang. Mendapat laporan, beberapa personel kepolisian segera mengusut kasus dugaan pencabulan tersebut. Namun selama dua kali dipanggil polisi, pelaku tidak pernah memenuhi panggilan, sehingga dijemput paksa oleh petugas. “Tersangka sudah kami tahan. Kasus  pencabulan ini masih dalam proses lidik,” ujar Yulistiana.