Terlilit Kasus Pemotongan Honorarium Kegiatan Piket, Kepala Satpol PP Kota Batu Ditahan Kejari | Jatim TIMES

Terlilit Kasus Pemotongan Honorarium Kegiatan Piket, Kepala Satpol PP Kota Batu Ditahan Kejari

Apr 02, 2019 19:24
Kepala Satpol PP Kota Batu Robiq Yunianto saat menemui awak media, beberapa waktu lalu. (Foto: Irrsya Richa/ MalangTIMES)
Kepala Satpol PP Kota Batu Robiq Yunianto saat menemui awak media, beberapa waktu lalu. (Foto: Irrsya Richa/ MalangTIMES)

Setelah beberapa susah ditetapkan menjadi tersangka, Kepala Satpol PP Kota Batu Robiq Yunianto akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu. “Benar, untuk Kepala Satpol PP Kota Batu sudah kami lakukan penahanan,” kata Kasi Intel Kejari Kota Batu, Dedy Agus Oktavianto, Selasa (2/4/2019).

Hanya saja alasan akhirnya Robiq ditahan itu masih belum dapat dijelaskan. Sebab sebelumnya Kejari Kota Batu tidak langsung menaham Robiq karena alasan kesehatan. “Ya nanti saya kabari lagi untuk kabar selanjutnya,” imbuhnya. 

Diketahui, Robiq ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi karena menjadi dalang dalam kasus Pemotongan Honorarium Kegiatan Piket Satpol PP Batu tahun 2017 di empat tempat.

Dalam kasus tersebut, penyidik memperoleh bukti yang kuat bahwa Robiq menyunat alias memotong hak-hak bawahannya. Untuk diketahui, ada empat bangunan pemerintahan di Kota Batu yang mendapatkan penjagaan penuh pihak Satpol PP. 

Empat lokasi itu adalah Balai Kota Among Tani, Gedung DPRD, Rumah Dinas Wali Kota Batu dan Rumah Dinas Wakil Wali Kota Batu. Para personel Satpol PP setiap hari digilir untuk membantu penjagaan bangunan-bangunan itu.

Harusnya, personel yang menjaga mendapat honorarium dalam nominal tertentu. Tetapi yang sampai di tangan petugas lapangan tak sebanyak yang tertera di atas kertas. 

Topik
Malang Berita Malang Satpol PP gedung DPRD Kasus Pemotongan Honorarium Kejaksaan Negeri

Berita Lainnya