Warga yang swadaya melakukan penambalan jalan berlubang di Kota Malang dengan dana dari hasil penggalangan koin. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Warga yang swadaya melakukan penambalan jalan berlubang di Kota Malang dengan dana dari hasil penggalangan koin. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Peringatan Hari Jadi ke 105 Kota Malang dimaknai berbeda oleh sejumlah masyarakat. Warga yang tergabung dalam Forum Warga Malang Peduli memilih melakukan penambalan jalan berlubang secara mandiri. 

Meski hujan gerimis turun, hari ini (1/4/2019) sekitar 10 orang terlihat bergotong royong menambal jalan berlubang di kawasan Jalan Candi Agung Barat, Kelurahan Mojolangu. Pengaspalan tersebut bukanlah program Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, melainkan hasil penggalangan koin yang dilakukan oleh warga yang prihatin terhadap kondisi jalan berlubang.

Koordinator Forum Warga Malang Peduli Sudarno mengatakan, pengaspalan tersebut dilakukan karena masyarakat sudah gerah dan prihatin dengan kondisi jalan yang ada di Kota Malang. "Sudah banyak cerita dan berita bahwa banyak warga yang terjatuh, terjungkal, gara-gara jalan berlubang yang ada di Kota Malang," ujarnya.

Biaya yang digunakan untuk memberi material aspal dan pasir untuk menambal jalan, lanjutnya, berasal dari koin yang dikumpulkan dari masyarakat. Selama kurang lebih satu minggu belakangan, telah terkumpul koin senilai Rp 4,1 juta. Dana tersebut telah dibelanjakan untuk keperluan aspal, koral, dan biaya tenaga pelaksana di lapangan. 

Beberapa titik yang menjadi sasaran antara lain di jalan Ir Rais, jalan Kahuripan, jalan Candi Panggung, dan jalan Akordion. "Kalau di sela-sela perjalanan kita menemukan jalan berlubang parah, kayak kasus di galunggung, perempatan Dieng, kita akan tambal itu," terangnya. 

Rencananya, pihaknya akan terus melakukan penggalangan koin. Namun dengan cara berbeda. "Kalau kemarin galang koin di pinggir jalan, ini ada beberapa teman yang memiliki warung kafe menyediakan tempat untuk tempat kotak galang koin," urainya.

Menurutnya, Pemkot Malang terkesan lamban dalam menangani jalan berlubang ini. Hal itulah yang mendasari mereka untuk bergerak dengan mengumpulkan koin-koin untuk menggalang solidaritas warga Kota Malang. "Bagaimana warga Kota Malang terlibat untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh warga Malang," kata dia. 

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji sempat mengatakan bila untuk menambal jalan ini tidak bisa seenaknya mengambil dari APBD. Pasalnya, ada proses dan mekanisme peruntukannya. Sementara cara lainnya yakni dengan sistem lelang, hanya saja membutuhkan waktu yang lama. 

Menanggapi hal tersebut, Sudarno mengatakan, sebenarnya penambalan jalan berlubang bisa dilakukan dengan swakelola. Namun, lanjut dia, Pemkot masih merasa ketakutan dengan KPK atau kejaksaan bila melakukan swakelola. 

"Wali Kota Malang (mengatakan) telah berkoordinasi dengan KPK, secepatnya ini dieksekusi. Tapi sudah satu minggu setelah Wali Kota konsultasi ke KPK, sampai detik ini dana dari Dinas Perkim yang dialihkan untuk DPUPR untuk mengatasi jalan berlubang di Kota Malang tidak ada tindakan sama sekali," paparnya.

Dengan dilakukannya aksi ini, diharapkan Pemerintah lebih responsif dan memiliki tanggung jawab yang cepat ketika melihat kondisi jalan berlubang yang ada di Kota Malang. Apalagi, kondisinya sudah gawat darurat. "Sehingga kita perlu mendorong hal-hal yang sifatnya strategis ke depannya, bagaimana nantinya permasalahan ini segera terselesaikan oleh Pemkot Malang," pungkasnya.