Suasana CPNS Pemkot Batu saat mengantre menerima Surat Keputusan di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Suasana CPNS Pemkot Batu saat mengantre menerima Surat Keputusan di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Bakti desa wajib dilakukan oleh 217 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkot Batu. Ya mereka harus mengenali potensi setiap 24 desa/keluarahan di Kota Batu. “Awalnya akan menyebar ke desa/keluarahan di Kota Batu biar mereka kenal budayanya, potensinya apa. Dan mereka akan menyebar dan beradaptasi setiap desa,” kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Ia menambahkan adanya bakti desa di 24 desa/kelurahan ini harus dilakukan CPNS di lingkungan Pemkota Batu karena ke depan mereka bertugas melayani masyarakat Kota Batu. “CPNS ini tugasnya melayani masyarakat, memberikan fasilitas, kalau gak tahu kondisi di lapangan seperti apa akan jadi masalah dan jadi gak optimal,” imbuhnya kepada MalangTIMES.com

Nantinya para CPNS ini akan hadir di tengah masyarakat. Mengenal dan menggali apa saja potensi yang ada di desa tersebut. Tidak hanya itu, tetapi juga harus membantu atau memberikan masukan kepada masyarakat potensi apa saja yang bisa dikembangkan di sana. 

“Bukan hanya mengenali potensi desa saja, tapi mereka harus memberikan masukan kepada desa/kelurahan di sana baiknya seperti apa,” jelas ibu tiga anak ini. 

Sedang para CPNS ini akan bersiap menjalankan tugasnya di Pemkot Batu pada 1 April mendatang. Dari 217 orang itu terdiri dari tenaga guru ada 174 orang. Lalu tenaga kesehatan ada 35 orang dan tenaga teknis 8 orang. Mereka terdiri dari golongan IIIA sejumlah 189 orang, III B 7 orang dan II C ada 21 orang. Untuk pria 61 orang perempuan 156 orang.

Dari jumlah 217 orang tersebut, sebanyak 100 di antaranya  merupakan warga Kota Batu. Sisanya mereka terbagi dari Malang Raya, Kediri, Pasuruan, Surabaya, Jakarta, dan beberapa daerah lainnya. 


End of content

No more pages to load