Choirul saat menunjukkan Surat Keputusan CPNS di Balai Kota Among Tani, Jumat (29/3/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Choirul saat menunjukkan Surat Keputusan CPNS di Balai Kota Among Tani, Jumat (29/3/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

Heryanto


Satu disabilitas tunadaksa beruntung bisa lolos dalam deretan 217 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemkot Batu. 

Namanya Muhammad Choirul Anwar berasal dari Kabupaten Pasuruan.

Pria berkebutuhan khusus ini mengalami cacat pada kedua kakinya sejak lahir.

Keinginannya menjadi PNS itu untuk membuktikan bahwa disabilitas sama dengan orang normal lainnya.

“Ya ingin membuktikan kalau disabilitas seperti saya di tengah kekurangan saya ingin mewujudkan keinginan saya menjadi PNS,” kata pria 27 tahun ini, Jumat (29/3/2019). 

Tidak hanya ingin membuktikan di balik kekurangannya itu, alumnus STMIK Yadika Bangil Pasuruan ini juga ingin menginspirasi kepada disabilitas yang alin.

“Dan juga menginspirasi teman-teman seperti saya agar tetap semangat, juga mau untuk berjuang untuk cita-citanya dalam kondisi apapun,” imbuhnya kepada MalangTIMES.

Choirul memilih Kota Batu karena memang saat pendaftaran itu membutuhkan banyak CPNS khusus disabilitas. 

Akan tetapi seiring berjalannya proses tes, hanya Choril yang bertahan. 

“Saya pilih Kota Batu selain itu juga karena pilih kota yang dekat dari Pasuruan. Kebetulan yang membuka dan terdekat saat itu selain Batu ada Jember dan Gresik,” tambah anak terakhir dari enam bersaudara ini.

Keinginan itu hanyalah sekadar coba-coba, namun ia sudah mempersiapkannya sejak satu bulan sebelum dibukanya pendaftaran. 

Bahkan ia juga mempersiapkan dengan masuk dalam grup CPNS yang di dalamnya terdapat orang-orang yang pernah mengikuti CPNS. 

“Enggak nyangka bisa lolos padahal awalnya coba-coba. Karena saya juga mempersiapkan ini ikut dengan grup CPNS. Di sana ada tryout online di situ saya belajar terus,” ucap Choirul saat ditemui di Balai Kota Among Tani.

Menurutnya untuk bisa lolos menjadi CPNS bukanlah hal yang mudah. 

Karena menang pesainganya cukup banyak dengan penilaian yang ketat.

Setelah lulus menjadi sarjana komunikasi, ia mengabdi sebagai guru di salah satu sekolah swasta di Pasuruan. Kurang lebih mengajar selama satu tahun lamanya. 

Putera dari pasangan Kamar-Fuaida ini berharap ke depan bisa memberikan kontribusi dan bisa berkarya untuk Kota Batu. Hingga agar bisa mendapatkan kesempat menjadi PNS.

“Pastinya harapaan besar bisa jadi PNS, karena sudah sampai sejauh ini dan enggak mudah. Harus benar-benar memanfaatkan kesempatan ini,” harapnya.


End of content

No more pages to load