Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto (empat dari kanan) dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (enam dari kanan) usai nobar di Lippo Plaza Batu, Kamis (21/3/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto (empat dari kanan) dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (enam dari kanan) usai nobar di Lippo Plaza Batu, Kamis (21/3/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Polres Batu menggelar nonton bareng (nobar) film Pohon Terkenal di Cinemax Lippo Plaza Batu. Menceritakan tentang taruna dan taruni di Akademi Kepolisian (Akpol) Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto diajak kilas balik saat mengikuti pendidikan tahun 1997.

“Pohon Terkenal ini menceritakan kepada masyarakat ke bawah. Dan saya sendiri bagian akpol lulusan tahun 2000. Bagaimana ditempa digojlok oleh perlakuan senior,” cerita Buher, Kamis (21/3/2019). 

Pohon Terkenal menceritakan Taruna di Akademi Kepolisian Semarang. Bara Maulana oleh Umay Shahab, Ayu Sekarwati oleh Laura Theux dan Johanes Solossa oleh Raim Laode yang harus mengucapkan selamat tinggal kepada kehidupan remaja yang normal.

Dalam film berdurasi 1 jam 36 menit itu mengisahkan masa depan mereka yang tidak lagi menjadi milik sendiri. Yang dibumbui dengan romansa taruna dan dikemas dengan kocak.

Buher mengatakan, dalam film itu yang dapat dipetik adalah apa yang diperoleh itu ada sebuah perjuangan. “Dengan adanya upaya yang keras ada yang lebih baik. Banyak kenangan yang gak bisa dilupakan saat pendidikan. Intinya untuk meraih segala sesuatu ada perjuangan,” imbuhnya.

Dalam nobar ini Polres Batu juga mengajak kaum milenial, Forum Koordinasi Pimpinan di Daerah (forkompimda) Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Kepala BNN Kota Batu AKBP Mudawaroh, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu Sry Heny Alamsari, dan sejumlah kolega lainnya.

Menurut Buher mengajak kaum milenial dan Forkompimda itu untuk menunjukkan bahwa sekolah Akpol itu  gratis alias tidak dipungut biaya. Agar ke depan masyarakat mengetahui dan tertarik untuk masuk dalam Akpol. 

Sementara itu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko terkesan dengan film Pohon Terkenal. Karena dikemas dengan informatif, romansa percintaan, dan komedi. “Luar biasa film serius yang menceritakan taruna taruna dan taruni dikemas dengan bagus. Ada sisi  romantis, komedi, ada geregetnya,” ucap Dewanti

Menurutnya dengan hadirnya film ini, masyarakat tergugah untuk jadi taruna dan taruni. “Karena banyak anak muda tidak tertarik karena ada hal-hal tang tidak diketahui,” jelasnya.


End of content

No more pages to load