Wali kota Hadi Zainal Abidin berkeliling meminta sumbangan untuk Korban Sentani, Papua (Agus Salam/Jatim TIMES)
Wali kota Hadi Zainal Abidin berkeliling meminta sumbangan untuk Korban Sentani, Papua (Agus Salam/Jatim TIMES)

Warga Kota Probolinggo yang mengeluh karena pencairan santunan kematian lamban, tak perlu lagi gundah. 

Sebab, santunan sebesar Rp750 yang diberikan ke warga yang meninggal akan dipercepat. 

Wali Kota menjelaskan paling lama 3 hari bantuan tersebut sudah sampai ke keluarga almarhum.

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Hadi Zainal Abidin, saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke 100 Pemadam Kebakaran (Damkar). 

Upacara bendera yang berlangsung di alun-alun tersebut juga memperingati HUT ke 69 Satpol PP dan HUT Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke 57.

Dalam acara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Solihin, Ketapang ini juga menyerahkan SK pengangkatan CPNS kepada 117 yang diterima sebagai PNS hasil seleksi. 

Mereka terdiri dari 12 orang Formasi tenaga honorer K II, Satu orang dari Fprmasi disabilitas, tiga dari formasi lulusan terbaik atau cumlaude dan 101 orang dari formasi umum.

Tak ketinggalan, wali kota juga meyerahkan surat penugasan kepada 40 Pegawai Tidak Tetap (PTT) sopir mobil dinas pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah). 

Kepada para atau pengemudi itu, juga diberikan tambahan penghasilan sebesar Rp500 ribu, setiap bulan. 

“Ini sesuai Perwali Nomor 32 Tahun 2019 Tentang Perubahaan ke enam atas perwali nomor 57,” tandas wali kota.

Tambahan penghasilan yang diterima para pengemudi, sebagian akan dibayarkan Jaminan Hari Tua (JHT) pada BPJS Ketenegakerjaan.

Dalam kesempatan itu, Hadi Zainal Abidin juga menyerahkan surat tugas kepada 28 PTT Akuntansi yang telah lolos seleksi. 

“Ke depan kami juga akan meningkatkan kesejahteraan ASN yang lain,” tambahnya.

Untuk diketahui, honorarium tenaga pelaksana kegiatan penunjang administrasi dan operasional rutin kantor atau kedinasan sebesar Rp 835.500. 

Dengan demikian, para sopir akan mengantongi honor Rp 1.335.500 setiap bulannya, setelah dijumlah dengan penghasilan tambahan .

Ditemui usai upacara, Habib Hadi yang didampingi Wawali HMS Subri mengatakan, Tambahan honor Rp 500 ribu per orang bagi pengemudi non ASN, upaya pemkot untuk meningkatkan kesejahteraan, sesuai janjinya saat kampanye. 

“Banyak pertimbangan kenapa sopir didahulukan. Tentunya disesuaikan dengan beban kerja, tugas dan fungsinya.” ujar Habib Hadi.

Untuk non ASN lainnya, wali kota meminta untuk bersabar. 

Sebab, nantinya secara bertahap akan dinaikkan honorariumnya atau diperhatikan kesejahteraannya. 

Tentunya disesuaikan dengan PAD. Yang jalsa lanjut Habib, peningkatan kesejahteraan harus dibarengi kinerja dan kedisiplinan.

Mengenai santunan kematian Hadi menegaskan, Camat, Lurah, Ketua RT dan RW lebih proaktif dan responsive jika di wilayahnya ada warga yang meninggal. 

Dirinya tidak ingin lagi mendengar santunan kematian terlambat dicairkan. 

“Secepatnya dicairkan. Kami batsai tiga hari hasus sudah ditangan kelurga almarhum. 

“Kami akan melihat kinerja dan komitmen aparat kami,” tegas Habib Hadi.

Sebelum meninggalkan tempat upacara, wali kota menyempatkan diri berkeliling bersama wakil wali kota dan Forkopimda meminta sumbangan. 

Hasilnya, kurang lebih Rp 4 juta dana yang terkumpul dan akan disumbangkan ke korban bencana Sentani, Papua. 

“Untuk membantu mengurangi beban saudara kita di sana,” pungkasnya.