Wakapolres Tulungagung,  Kompol Andik Gunawan (tengah) saat tunjukan bukti pencurian mobil (foto: Joko Pramono/Jatimtimes)
Wakapolres Tulungagung, Kompol Andik Gunawan (tengah) saat tunjukan bukti pencurian mobil (foto: Joko Pramono/Jatimtimes)

Rizky Anggara (25) ditangkap oleh Satreskrim Polres Tulungagung pada Sabtu (9/3) lalu. Pria yang berprofesi sebagai satpam sebuah rumah makan ini diamankan lantaran mencuri mobil milik temanya.

Alasan ekonomi menjadi pembenaran tindakan warga Kemlaten 8/3 RT 03 RW 5 Kebraon Kota Surabaya tersebut. 

Rizky mengaku terpaksa mencuri mobil Honda Brio AG 1871 SK milik Andrian Yulianto (42) warga Desa Serut RT. 4 RW. 1 Kecamatan Boyolangu yang dikenalnya saat sama-sama menjalani hukuman di Lapas Tulungagung. 

"Saya punya hutang (sebesar) 10 juta," ujar Rizky saat ditanya oleh Wakapolres Tulungagung, Kompol Andik Gunawan, Senin (18/3/19). 

Mobil itu rencananya akan dijual untuk membayar hutang. Sayang sebelum sempat menjual hasil kejahatannya, residivis ini keburu di cokok Polisi. Bahkan kaki kananya harus diberi timah panas lantaran berusaha kabur saat ditangkap. 

"Saat kita datangi pelaku melarikan diri, terpaksa kita lumpuhkan," ujar Wakapolres,  Kompol Andik Gunawan. 

Tersangka ditangkap di sekitar kediamanya, di Kebraon, Surabaya. Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Dilanjutkan, tersangka sebelumnya sudah mendekam di hotel prodeo sebanyak 2 kali atas kasus pencurian. 

Antara tersangka dan korban sebelumnya sudah kenal sekira 3 tahun yang lalu pada waktu di tahan di Lembaga pemasyarakatan Tulungagung. 

Setelah bebas,  komunikasi antara keduanya tetap terjalin, meskipun hanya melalui telepon. Pada Jumat tanggal 08 Maret 2019 lalu, tersangka menelepon Yulianto dan ingin bertamu kerumahnya. 

Rizki minta di jemput di Terminal Tulungagung oleh Yulianto, hingga akhirnya sekira pukul 11.00 Wib Yulianto menjemput Rizki di Terminal Tulungagung membawa Honda Brio warna merah Nomor Polisi AG 1871 SK.

Tersangka sempat diajak keliling oleh korban di seputaran Tulungagung dan baru pulang kerumah korban sekira pukul 21.00 Wib dan mobil di parkir di halaman belakang rumah. 

Kemudian sekira pukul 21.30 WIB Rizki disuruh tidur di dalam kamar. Namun pada Sabtu (09/03) sekira pukul 02.00 WIB. Ibu mertua korban yang bernama Muayah saat mau pergi ke pasar melihat pintu belakang rumah dalam keadaan terbuka dan melihat mobil di bawa pergi ke arah utara. 

Mengetahui mobil menantunya dibawa orang tak dikenal, Muayah langsung memberitahu korban bahwa mobilnya telah hilang. 

Lalu korban langsung memeriksa tersangka yang tidur dalam kamar, Namun tersangka sudah raib bersama mobil dan HP milik korban. Merasa dirugikan, korban selanjutnya melaporkan ke Polres Tulungagung guna proses lebih lanjut.