Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)
Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)

Menjelang Pilpres dan Pileg 2019, Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo meminta kepada media untuk sementara tidak menggunakan media sosial untuk mengejar traffic, hal itu karena akan banyak pemberitaan hoax yang muncul.

Media sosial saat ini memang menjadi bahan perbincangan di kalangan pegiat usaha media di Indonesia. Karena banyak keluhan tentang media sosial yang kini membuat media online, cetak ataupun elektronik kalah dalam hal memberitakan.

Namun akurasi dalam memposting berita tersebut diindikasikan tidak 100 persen kebenarannya. Karena pemilik akun media sosial belum tentu memiliki integritas dalam menuliskan sebuah berita.

Pria yang kerap disapa Stanley itu menganggap bahwa media sosial kini bisa membuat berita hoax. "Tolong jangan menggunakan media sosial, karena di era pemilu kini berita hoax akan semakin besar," ujar Stanley.

Mantan wartawan itu menyebut, banyak terjadi aksi potong foto dari pemberitaan media yang berujung dengan postingan hoax. Dengan itu ia berharap agar tidak lagi terjadi hal seperti itu. 

Lebih dari itu, Stanley juga berharap peran aktif media dalam menunjang pemilu 2019 kedepan ini. Karena ia menilai masyarakat belum sepenuhnya mengerti track record dari calon legislatif baik dari lokal daerah maupun calon dari DPR RI.

"Menjelang pemilu, teman-teman di Malang saya harap bekerja keras. Mengingat sebelumnya, DPRD Kota Malang pernah kena OTT sebanyak itu. Saya harap, beritakan track record para calon, agar masyarakat tahu bagaimana calon mereka," ungkapnya.