petugas BPCB yang melakukan proses pengupasan lapisan tanah untuk mengetahui hamparan luas struktur batu bata yang ditemukan

petugas BPCB yang melakukan proses pengupasan lapisan tanah untuk mengetahui hamparan luas struktur batu bata yang ditemukan



Situs purbakala ditemukan di wilayah pengerjaan proyek Tol Malang-Pandaan (Mapan). Temuan warga tersebut berada di wilayah proyek tol Mapan seksi V desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Tak sedikit benda benda bersejarah yang ditemukan warga Sekarpuro.

Muhammad Arifin, warga RT 15, desa Sekarpuro yang sudah mencari benda - benda bersejarah tersebut sejak 6 bulan lalu dimulainya pengerjaan tol Mapan. Benda tersebut, ditemukan oleh pekerja proyek  di bawah timbunan tanah jalur proyek tol. 

Ia mengatakan bahwa warga juga turut serta mencari benda - benda situs yang tertimbun tersebut. "Waktu itu pekerja proyek tol memberitahu saya ketika menemukan benda tersebut. Saya langsung cek lokasi" ujar Arifin kepada Malangtimes.com

Lanjutnya, saat mencari untuk pertama kalinya, ia menemukan sejumlah benda bersejarah seperti uang gobog, pecahan keramik, patahan alat pahat, nampan, pecahan keramik bahkan ia juga menemukan emas yang ia katakan kemungkinan merupakan simbol majapahit 8 penjuru mata angin.

"Awalnya saya menemukan uang koin yang bercecer di tanah. Saya juga temukan emas seperti simbol delapan penjuru mata angin yang pernah ditawar kolektor Rp 4 juta" jelasnya. 

Selain temuan benda tersebut, sebuah tatanan batu bata berukuran besar menyerupai sebuah bangunan juga ditemukan terpendam dalam tanah. Penemuan tumpukan batu bata tersebut, terjadi ketika salah satu alat berat dari proyek pengerjaan tol Mapan melakukan pengerukan jalur tol. Adanya temuan tersebut, maka di sekitar lokasi temuan tumpukan batu bata yang diduga situs tersebut diberikan garis polisi untuk tindakan keamanan.

Menyikapi temuan tersebut, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan survey  ke lokasi tempat penemuan situs tersebut. Kemudian melakukan Ekskavasi atau penggalian di lokasi proyek tol Mapan Seksi V kilometer ke 37 yang sudah dilakukan sejak Selasa (12/3/2019) lalu. Namun, dihari ke-2 proses ekskavasi, tim BPCB menemukan struktur bangunan baru yang berjarak 6 meter ke arah barat dari lokasi temuan struktur bangunan pertama. Bentuk struktur bangunan yang kedua tersebut sama seperti bentuk bangunan pertama berupa tumpukan batu bata.

Adanya temuan baru tersebut, Wicaksono Dwi Nugroho ketua tim sekaligus Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur mengatakan proses ekskavasi akan diperpanjang menjadi 10 hari dari rencana sebelumnya proses akan dilakukan hanya 5 hari.

“Dari hari kedua proses ekskavasi, kita temukan bentangan dari struktur temuan awal ke arah barat ternyata lebih luas dari perkiraan awal. Saya bersama tim sudah diberi arahan agar menyelesaikan ekskavasi sampai diketahui luas keseluruhan tatanan batu yang terpendam dan kita sudah diberikan tambahan waktu untuk menyelesaikannya,” ujar Wicaksono kepada Malangtimes.com

proses penggalian struktur secara horisontal untuk menemukan batas dan struktur tatan bata yang lebih jelas

Untuk saat ini, tim BPCB sedang melakukan pengupasan lapisan permukaan tanah guna mengetahui seberapa luas hamparan reruntuhan bata. Sementara, luas struktur bangunan yang sudah ditemukan secara keseluruhan diperkirakan seluas 375 meter persegi. Namun, ia mengatakan kemungkinan luas tersebut akan bertambah nantinya.

“Ini luasnya sudah sekitar 10x25 meter ke arah barat, kemungkinan akan bertambah lagi dengan adanya temuan struktur baru tersebut” tegas wicaksono.

Lanjutnya, ia menuturkan bahwa ia masih belum bisa memperkirakan struktur bangunan seperti apa dari temuan tumpukan batu bata tersebut. Namun ia menjelaskan bahwa bersama timnya ia akan terus mengupas semua temuan tersebut agar mengetahui hubungan struktur temuan awal dengan struktur temuan baru yang berpola sudut bangunan.

“Saya belum bisa berspekulasi lebih jauh saat ini, kita mengikuti data yang ada terlebih dahulu, selanjutnya setelah struktur bangunan dalam radius 15 meter ini kita angkat nanti kita berharap akan menemukan pola dari bangunan ini,” tegasnya.

Selama proses ekskavasi 4 hari ini, ia menuturkan masih melakukan proses pengupasan lapisan permukaan tanah dan menemukan hamparan reruntuhan batu bata. Kemudian ia menturkan strategi yang digunakan saat ini adalah melakukan penggalian secara horizontal guna menemukan menemukan batas kedalaman tatanan bata tersebut serta menemukan struktur tatanan bata yang lebih jelas dibawah tatan bata tersebut.

“strategi kita saat ini adalah mengerjakan secara horizontal, mengangkat lapisan tanah permukaan terlebih dahulu sampai dimana batasnya, kemudian membongkar reruntuhan tersebut sehingga menemukan struktur tatanan bata yang lebih jelas dibawah tatanan bata tersebut” jelasnya.

Kemudian, untuk benda yang menjadi temuan warga, ia juga menuturkan bahwa untuk temuan benda yang dikategorikan langka, nantinya akan diberikan kompensasi. Sedangkan untuk temuan yang bersifat jamak atau banyak ia jelaskan bahwa temuan tersebut bisa dimiliki secara pribadi namun harus didaftarkan dan dicatat terlebih dahulu di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Malang.

“Untuk temuan langka kita akan berikan kompensasi, untuk temuan jamak bisa dimiliki pribadi asal didaftarkan dulu di Dinas Kebudayaan Kabupaten sehingga akan tercatat di pemerintah,” pungkasnya.

Ia menuturkan untuk sementara sudah ada 5 orang yang sudah melaporkan hasil temuannya ke tim BPCB Jawa Timur pasca sosialisasi yang dilakukan pada Selasa (12/3/2019) lalu dengan jenis temua berupa mata uang keping, fragmen porselin, fragmen tembikar, besi perunggu dan emas.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load