Ketua PCNU Kabupaten Tulungagung, KH Abdul Hakim Mustofa / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Ketua PCNU Kabupaten Tulungagung, KH Abdul Hakim Mustofa / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES


Editor

A Yahya


Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tulungagung, KH Hakim Mustofa meminta masyarakat mewaspadai gerakan Komunitas Royatul Islam (Karim) yang diduga sebagai generasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah resmi dibubarkan. 

Menurut Hakim, Karim mempunyai tujuan yang mirip dengan eks HTI yakni memperjuangkan Khilafah dan mengganti Pancasila. "Kita masih mencari tau dulu, tapi karena dah ada suara dan sasarannya (Kelompok Karim) di sekolah setingkat SMU  ya Diknas yang harus jeli," ujar Hakim.

Sebelum memberikan pesan pada pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui dinas Pendidikan, Hakim juga mengingatkan pada pihak Polres Tulungagung jika gerakan Karim adalah gerakan yang patut diwaspadai. "Kemerdekaan negara tidak hanya diperjuangkan oleh satu kelompok sehingga menjaga sinergitas sangat penting karena tanpa kebersamaan akan sulit mepertahankan kemerdekaan bangsa," jelas Hakim di depan ulama dan Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar Selasa (12/03) lalu.

Pemilu 2019 bagi menurut Hakim, sangat menguji sikap kepancasilaan dikarenakan banyak fitnah dam hoax. Namun demikian jika mau menggunakan akal dan akhlaq tidak akan mudah terpengaruh. "Negara Indonesia sudah sangat teruji, dari pelbagai penjajahan dan upaya pemberontakan dan HTI yang mengusung paham khilafah sudah dibubarkan oleh pemerintah. Namun saat ini ada komunitas KARIM yang menyerang anak remaja usia sekolah yang mempunyai propaganda HTI," pesan Hakim

Pancasila sudah sangat sesuai dengan agama Islam, jika ada kelompok tertentu yang menolak Pancasila berarti kurang memahami isi sila yang tercantum dalam Pancasila. "Semua Ormas Islam baik NU, Muhammadiyah dan LDII walaupun punya sedikit pemahaman yang berbeda dalam agama namun punya hak dan komitmen yang sama yaitu NKRI harga mati," tegasnya

Karim sendiri merupakan yang menyebarkan propaganda pada pelajar khususnya SMA atau komunitas muda (milenial). Gerakan Karim tidak menyebut HTI, namun punya tujuan sama yakni menegakkan Khilafah. Dengan membawa legitimasi bendera tauhid sebagai simbol tegaknya Khilafah ala Eks HTI, gerakan ini bermain di ranah anak muda terutama di sekolah SMU. 


End of content

No more pages to load