Suasana sosialisasi penyakit TB-HIV yang rentan menyebar di kalangan remaja, di aula Dinkes Kota Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Suasana sosialisasi penyakit TB-HIV yang rentan menyebar di kalangan remaja, di aula Dinkes Kota Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)



Tuberkulosis (TB/TBC) merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih harus mendapat perhatian serius di Kota Malang. 

Terlebih, kaitannya dengan risiko koinfeksi atau infeksi oleh dua virus, yakni  TB dan HIV-AIDS pada golongan rawan yang rata-rata adalah anak muda. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengambil langkah preventif dengan melakukan sosialisasi khususnya pada generasi muda yang rentan terjangkit penyakit tersebut. 

Hari ini (13/3/2019) Dinkes mengumpulkan sejumlah perwakilan karang taruna di setiap kelurahan dan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari berbagai perguruan tinggi untuk mengikuti sosialisasi tersebut. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinkes Kota Malang Husnul Muarif mengatakan potensi penyebaran penyakit TB-HIV di Kota Malang cukup besar. 

Untuk itu, upaya pencegahan terus dilakukan dengan gencar. 

"Kami berharap semua elemen masyarakat Kota Malang memahami penanganan dan penyebaran penyakit menular, khususnya TB dan HIV," ujarnya. 

Sebelumnya, lanjut Husnul, pihak Dinkes  juga sudah melakukan sosialisasi di lingkungan pondok pesantren. 

"Pondok pesantren itu juga masuk kawasan yang rentan penyebaran TB. Sehingga mereka juga sadar untuk memeriksakan diri," ujar Husnul di sela sosialisasi yang digelar di kantor Dinkes Kota Malang. 

Menurutnya, sosialisasi tersebut akan rutin dilakukan setiap tahun. 

Materi  yang diberikan pun sama terkait pencegahan penyakit namun dengan obyek yang berbeda. 

Sehingga, semakin banyak masyarakat yang memahami pencegahan penyakit TB-HIV. 

Selain itu, para pemuda tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi agen yang menyebarkan informasi terkait TB-HIV pada lingkungan terdekatnya. 

Hal itu sekaligus membantu tenaga kesehatan menyebarkan informasi ini. 

"Harapan kami di tahun 2023, semua masyarakat Kota Malang paham tentang pencegahan penyakit TB dan HIV," pungkasnya.


End of content

No more pages to load