Pusat kuliner di Jalan Ahmad Yani Kota Blitar, di tempat inilah para PKL di depan Monumen PETA akan ditempatkan.(Foto : Team BlitarTIMES)
Pusat kuliner di Jalan Ahmad Yani Kota Blitar, di tempat inilah para PKL di depan Monumen PETA akan ditempatkan.(Foto : Team BlitarTIMES)

Pelaksanaan regulasi berkait pedagang kaki lima (PKL) di Kota Blitar konsisten dilakukan. Setelah menertibkan zonasi PKL, Pemkot Blitar bakal merelokasi pedagang yang berada di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Wijaya Kota Blitar.

Sesuai rencana, sejumlah pedagang ini akan dipindah pada akhir Maret. Rencananya, mereka akan dipindah ke pusat kuliner di Jalan Ahmad Yani. Sebelum dipindah, Pemkot Blitar melalui disperdagin telah mengumpulkan para pedagang. Selain pedagang yang mangkal di depan TMP atau Monumen PETA, pedagang di Jalan Sumatra yang selama ini mangkal di atas sungai juga akan dipindah.

“Ya, rencananya 24 Maret nanti mulai proses pindahan. Diawali kenduri atau syukuran,” kata wakil ketua paguyuban pedagang depan TMP, Slamet.

Slamet mengatakan, pedagang telah dikumpulkan di kantor disperdagin untuk sosialisasi mengenai rencana relokasi itu. Saat itu pedagang sepakat untuk dipindah ke pusat kuliner. “Tiga hari yang lalu kami dikumpulkan. Baik pedagang di Jalan Sumatra dan depan TMP, sepakat semua,” jelasnya.

Meski sudah sepakat, pedagang meminta waktu lebih dahulu. Pedagang meminta agar tidak dipindah dalam bulan ini. “Sebab, ini juga mendekati lebaran dan jelang tahun ajaran baru sekolah,” tambah dia.

Slamet mengaku sudah mengecek bangunan pasar kuliner yang akan ditempatinya. Di sana terdapat sejumlah kios untuk setiap pedagang. Setiap kios ukurannya sekitar sekitar 2x3 meter.

Menurutnya, bangunan tersebut sudah cukup bagus. Namun melihat ukurannya, tidak akan cukup untuk keperluan lainnya. “Nanti untuk tempat cuci dan tempat masak tidak cukup. Hanya untuk tempat makan mungkin,” katanya.

Di kawasan depan TMP Monumen PETA, terdapat 11 pedagang. Mereka semua merupakan pedagang makanan dan minuman. Rata-rata mereka sudah mangkal selama lima tahun lebih. Ada pedagang malam dan pagi.

Sementara ini, Kepala Disperdagin Kota Blitar Arianto mengatakan, rencana pemindahan pedagang depan TMP dan di Jalan Sumatra itu dilakukan akhir Maret. Sejumlah pedagang terdampak relokasi telah dikumpulkan untuk sosialisasi. “Ya, rencananya 24 Maret akan dipindah. Nanti pembukaan pusat kuliner rencananya pas Hari Jadi Kota Blitar,” pungkasnya.(*)