Ilustrasi.(Foto : bestpft.com)

Ilustrasi.(Foto : bestpft.com)



Terobosan baru untuk menarik investor masuk ke Kabupaten Blitar tengah dilakukan kalangan wakil rakyat di DPRD Kabupaten Blitar. Salah satunya dengan membuat peraturan daerah (perda) yang mengatur permodalan dan investor.

Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penanaman Modal saat ini tengah dalam proses penggodokan di parlemen. “Inti dari perda penanaman modal, di dalamnya akan mengatur tentang mendirikan usaha. Baik dari investor luar daerah, asing maupun lokal,” ungkap anggota panitia khusus I DPRD Kabupaten Blitar, Sutoyo.

Dikatakannya, para investor asing tidak perlu takut jika nantinya ranperda penanaman modal sudah menjadi perda. Sebab, pembuatan perda tidak akan mempersulit investor asing yang akan menanamkan modal ke Kabupaten Blitar. “Dalam perda tersebut nantinya akan diberikan porsi sama antara investor asing maupun lokal,” tegasnya.

Peluang investor asing maupun lokal yang akan menanamkan modalnya cukup besar. Sebab, sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Blitar cukup besar. Untuk SDM kini banyak warga yang memiliki usaha kreatif maupun usaha kecil dan menengah (UKM). Untuk SDA memiliki wilayah perkebunan, pantai, dan lainnya.

Dia mencontohkan, salah satu SDA yang dilirik investor asing yakni pabrik gula yang ada di Kecamatan Binangun dan peternakan sapi perah PT Greenfield di Perkebunan Sirah Kencong Wlingi. “Kabupaten memiliki banyak potensi yang bisa menarik investor. Kita tinggal mencari formula yang tepat. Baik melalui kebijakan atau lainnya agar bisa merangsang investor masuk ke Kabupaten Blitar,” pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load