Presiden Jokowi saat membuka Rakernas Kemendag 2019 di Jakarta. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

Presiden Jokowi saat membuka Rakernas Kemendag 2019 di Jakarta. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)



Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Perdagangan (Kemendag) 2019 yang dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Dalam amanatnya, Jokowi menginstruksikan pemerintah daerah (pemda) untuk membangun pasar-pasar rakyat.

Berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), hari ini (12/3/2019) kegiatan tersebut dihadiri sekitar 5 ribu peserta yang terdiri bupati/wali kota dan kepala dinas yang membidangi perdagangan. "Kita wajib bersyukur, Alhamdulillah bahwa 2018 ekonomi kita masih tumbuh 5,17 persen. Ini patut kita syukuri. Banyak negara yang tidak bisa pertahankan growth (pertumbuhan) sehingga banyak yang terjun ke bawah 1-1,5 persen," urai Jokowi.

Jokowi meminta Kemendag dan pemda untuk membangun ekosistem offline dan online. Sehingga, pasar rakyat bisa bersaing di era digital saat ini. Caranya dengan membantu memperbaiki kemasan produk yang ada di pasar rakyat, yang berasal dari pengrajin, nelayan, atau petani. 

"Perbaiki packaging-nya, branding-nya. Dibantu juga menyiapkan market-place, menyiapkan platform, agar juga pasar rakyat juga bisa berjualan online," ujar Jokowi. Daerah diminta melakukan pembinaan pasar, serta pengelola pasar dari pasar-pasar di seluruh Indonesia khususnya pasar yang telah direvitalisasi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan bahwa pihaknya tetap berkomitmen dalam melakukan revitalisasi serta pembangunan pasar-pasar tradisional di seluruh provinsi Indonesia. Hingga 2018, jumlah pasar tradisional yang telah terbangun mencapai 4.211 unit dan bakal dituntaskan lagi sisa sebanyak 1.307 unit pada tahun 2019 ini.

"Bukan hanya membangun pasar secara fisik, kami juga memberikan pelatihan manajemen dan tata kelola pasar. Selama periode tersebut, terdapat kenaikan omzet yang tertinggi adalah 400 persen, 200 persen, sehingga kalo kita rata-rata mencapai 24 persen kenaikan volume transaksi pada pasar tradisional yang telah direvitalisasi," ujar Enggartiasto Lukita. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan bahwa Pemkot Malang turut berkomitmen membangun pasar rakyat. Secara bertahap, 28 pasar rakyat yang ada terus direvitalisasi. Pada 2019 ini, pemkot kembali menggelontorkan anggaran Rp 12,5 miliar untuk memperbaiki 4 pasar. 

"Pembangunan kami lakukan baik dengan dana dari APBD maupun dari pusat," ujar Bung Edi, sapaan akrabnya. Revitalisasi di empat pasar itu rinciannya, untuk Pasar Sukun Rp 6 miliar, Pasar Sawojajar Rp 3,5 miliar, Pasar Mergan Rp 2,4 miliar, serta Pasar Kasin Rp 600 juta. "Untuk Pasar Sukun dan Sawojajar menggunakan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Malang)," sebutnya. 

"Sementara untuk Pasar Mergan dan Kasin dari DAK (dana alokasi khusus kementerian) dan yang Kasin sesuai anggaran untuk perbaikan atapnya saja," tambahnya. Edi menambahkan, perbaikan pasar-pasar rakyat itu berpatokan Standar Nasional Indonesia (SNI).


End of content

No more pages to load