Kasat Reskoba Polres Malang Kota AKP Syamsul Hidayat saat merilis pelaku (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kasat Reskoba Polres Malang Kota AKP Syamsul Hidayat saat merilis pelaku (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



Satreskoba Polres Malang Kota, kembali menciduk kawanan jaringan pengedar sabu. 

Kali ini yang terciduk adalah seorang bandar bernama Mulyadi alias Mul (40) warga Jl KH Hasyim, Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang bersama dengan satu orang resellernya serta seorang kurir.

Dua orang pelaku yang juga terciduk tersebut yakni Davit Ravica Sigit (24), warga Kedungkandang Gang VII Kecamatan Kedungkandang Kota Malang dan Wicaksono (42) Jukir, warga Jl Sawojajar Gang V Kelurahan Sawojajar Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Penangkapan ketiga pelaku diawali dari tertangkapnya Mul yang juga merupakan seorang sales peralatan bangunan. 

Ia diciduk setelah polisi mendapatkan informasi jika Mul terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

Dari situ petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap Mul di rumahnya (5/3/2019). 

Saat digeledah petugas hanya menemukan barang bukti berupa sedikit sisa sabu dan juga pipet.

Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Mul. 

Mul mengaku jika semua barang miliknya sebagian telah laku terjual.

"M ini sempat beli 30 gram. Pergramnya seharga Rp 1,1 juta, kemudian dijual dengan harga Rp 1,2 juta, untung Rp 100 ribu," jelas Kasat Reskoba Polres Malang Kota, AKP Syamsul Hidayat (12/3/2019).

"M ini ngakunya mendapatkan barang dari seorang napi di Lapas Madiun. Dia nggak ketemu langsung sama orangnya, ngambilnya dengan sistem ranjau," tambahnya.

Pengembangan terus dilakukan. Mul mengaku juga menjual barang tersebut kepada seseorang bernama David. 

Namun Mul tidak mengirim barang itu sendiri, melainkan menggunakan seorang kurir yang bernama Wicaksono.

Tak menunggu lama, petugas langsung menangkap kedua pelaku pada waktu yang sama di rumahnya masing-masing. 

Dari tangan pelaku David, polisi mendapati barang bukti sebanyak 27 paket sabu-sabu yang dikemas dalam kemasan plastik klip kecil dengan total seberat 12,38 gram. 

Sedangkan dari tangan Wicaksono, polisi hanya mendapati sebuah pipet yang digunakan untuk memakai sabu.

" Dan pelaku D ini juga kembali menjalankan jual beli sabu, namun barang dari M belum sempat  terjual. Selain pengedar mereka ini juga pemakai, pengakuannya biar tambah semangat," pungkasnya.

Saat ini polisi masih mengembangkan bandar utama yang memasok barang kepada Mul. 

Yang dikatakan  Mul merupakan Napi di Lapas Madiun. 

Untuk tersangka Mul dikenakan Pasal 114 (2) dan atau pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tersangka David kita kenakan Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman lima tahun. 

Sedangkan Wicaksono dikenakan Pasal Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman empat tahun.


End of content

No more pages to load