Kondisi mobil yang ditumpangi George da Silva serta sepeda motor korban setelah terlibat kecelakaan, Kecamatan Kepanjen (Foto : Pos Lantas Kepanjen for MalangTIMES)

Kondisi mobil yang ditumpangi George da Silva serta sepeda motor korban setelah terlibat kecelakaan, Kecamatan Kepanjen (Foto : Pos Lantas Kepanjen for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


Usai terlibat kecelakaan maut yang mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor tewas. George da Silva selaku Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang, dikabarkan jika saat ini dalam kondisi baik-baik saja, Senin (11/3/2019).

Seperti yang sudah diberitakan, saat menepi di kawasan pinggir jalan Raya Panglima Sudirman Kecamatan Kepanjen, mobil Toyota Avanza nopol N-1542-DN yang dikemudikan George tiba-tiba ditabrak dari arah belakang.

Selain mengakibatkan dua kendaraan rusak parah, seorang pengendara sepeda motor Yamaha Mio nopol N-2690-AF yang dikendarai oleh Dandi Ferdian F P, warga Jalan Gadang Kota Malang, meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit.

Ketika dikonfirmasi Malangtimes.com, George menjelaskan jika saat kejadian berlangsung, pihaknya baru saja dari kantor Bawaslu Kabupaten Malang, dan bergegas pulang ke rumahnya yang beralamat di  Perum Sarimadu Desa Sitirejo Kecamatan wagir.

“Ketika di perjalanan saya menepi untuk parkir sejenak, karena ada keperluan yang harus saya periksa. Saat itu situasi saya pastikan dalam kondisi sepi, tapi beberapa saat kemudian insiden kecelakaan terjadi,” kata George kepada wartawan.

George menambahkan, mengetahui jika ada seseorang yang menabrak mobil yang dikemudikannya, pihaknya kemudian keluar dari mobil untuk memastikan keadaan. Benar saja, saat itu Dandi dalam kondisi luka parah di bagian kepala dan wajahnya.

Tanpa menunggu lama, George seketika menghentikan salah satu pengemudi mobil yang melintas, dan minta bantuan agar membawa korban ke rumah sakit. “Semula kami bawa ke rumah sakit Wava Husada, tapi disana kata petugasnya alat scan tidak memadai. Akhirnya kami bawa ke RSUD Kanjuruhan,” imbuhnya.

Setibanya di RSUD Kanjuruhan, diketahui jika saat itu banyak pasien yang ada di UGD. Hingga akhirnya tim medis terpaksa memeriksa keadaan korban yang masih ada di dalam mobil. Saat diperiksa, diketahui jika remaja 17 tahun itu telah meninggal dunia.

“Saya sempat bertemu dengan pihak keluarga dan teman kerja korban saat berada di kamar jenazah, mereka mengatakan jika ini memang musibah dan bukan karena salah saya. Tapi saya tetap bertangungjawab dan tidak mau cari siapa salah dan benar, kasihan keluarganya sedang berduka,” sambungnya.

Belakangan diketahui, korban selama ini bekerja di salah satu hotel yang ada di Kecamatan Kepanjen. Terhitung sudah 28 hari ini dia bekerja. Sedangkan  teman kerjanya, mengetahui jika korban baru saja terlibat kecelakaan dari salah satu unggahan yang ada di media sosial.

Info terbaru, dikabarkan para anggota Bawaslu berkunjung ke rumah duka untuk bersilahturahmi, Senin (11/2/2019). Mulai dari Panwas Kecamatan hingga beberapa petinggi Bawaslu juga mengikuti agenda tersebut. “Insiden ini sudah ditangani polisi, mobil yang saya kemudikan juga sudah ditahan sebagai barang bukti,” tutup George.


End of content

No more pages to load