Ilustrasi (Joglosemarnews)

Ilustrasi (Joglosemarnews)



Dalam kehidupan, kompak dalam melakukan suatu kegiatan dengan teman, memang wajar-wajar saja jika dilakukan. Namun jika kekompakan dilakukan dalam melakukan hal jahat, tentu hal itu tak patut ditiru dan dilakukan.

Seperti kekompakan dua sahabat karib yakni Adianto (40) warga Jalan Karya Timur IV B, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dan Rio Satrio P (37) warga Jalan Karya Timur Gang IV yang tak patut dicontoh dan ditiru.

Pasalnya, dua sahabat karib tersebut malah kompak untuk melakukan pembobolan sebuah toko alumunium yang berada di kawasan Jalan LA Sucipto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Kedua pelaku beraksi melakukan pembobolan toko pada 18 Januari 2019 dini hari. Bahkan saat beraksi, nampaknya pelaku memang sudah menyiapkan segala sesuatunya termasuk peralatan untuk membobol, seperti alat las, obeng dan peralatan lainnya.

Saat berada di lokasi, pelaku sempat mengamati situasi sekitar. Dan setelah merasa aman, kemudian pelaku langsung memanjat tembok sebelah kiri gudang, selanjutnya pelaku memanjat ke atap dan merusak atap hingga masuk ke dalam gudang.

Setelah itu, pelaku masih belum bisa memasuki ruangan kantor. kemudian pelaku berusaha membuka pintu kantor dengan menjebol pintu kantor. Pelaku yang masuk kemudian menggasak sejumlah barang-barang elektronik.

Mengira aksinya mulus, saat itu pelaku tak sadar jika aksinya terekam kamera CCTV di lokasi. Sampai akhirnya pada pagi hari, ketika Boby (32) pemilik toko datang untuk membuka toko, ia begitu kaget mendapati kantor dan atap gudangnya dalam keadaan rusak. Dari situ, ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang Kota.

Petugas yang mendapat laporan tersebut, langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, akhirnya muncul informasi pada awal Maret ini tentang keberadaan pelaku dan identitas pelaku. Dari situ, petugas selanjutnya langsung melakukan penangkapan.

Pelaku yang ditangkap pertama adalah Rio. Rio ditangkap di rumahnya. Saat ditangkap Rio tak dapat mengelak karena petugas menemukan barang bukti HP ada pada dirinya. Setelah diperiksa, Rio mengaku tak beraksi sendiri. Ia beraksi bersama temannya yang bernama Adianto. Mandapat Info itu, petugas langsung saja menangkap pelaku Adianto.

"Sampai kini, kedua pelaku masih terus didalami keterangannya. Pengembangan masih terus dilakukan," jelas Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Akibat perbuatannya, pelaku kini terancam pasal 363 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.


End of content

No more pages to load