Staft Dishub menemuni puluhan sopir angkot yanh tergabung dalam ASAP (Agus Salam.Jatim TIMES)
Staft Dishub menemuni puluhan sopir angkot yanh tergabung dalam ASAP (Agus Salam.Jatim TIMES)

Sopir angkot yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Angkot Probolingo (ASAP) akan memarkir kendaraannya di depan kantor wali kota  jika dalam satu minggu tidak bisa menertibkan angkutan online. 

Ancaman tersebut disampaikan, saat Asap menggeruduk kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Rabu (27/2) sekitar pukul 09.30.

Puluhan sopir angkot kembali mendatangi kantor dishub di jalan Suroyo, karena salah satu driver online ketahuan menaikkan penumpang di zona larangan yang telah disepakati. Yakni di depan stasiun dan seputaran alun-alun. 

Atas kejadian itu, mereka meminta gojeg online dan drver online ditertibkan, karena pemkot sudah mengehentikan operasionalnya, melalui perwali nomor 116 Tahun 2018.

Sempat terjadi ketegangan antara petugas dishub yang menemui mereka dengan puluhan anggota ASAP. Sopir angkot meminta dishub menegakkan perwali dengan melakukan razia atau operasi terhadap gojeg online dan driver online. 

Sedang dishub bersikeras tidak dap[at mengabulkan permintaan mereka. Alasannya, belum ada aturan uyang ada, termasuk perwali tidak mengatur sengsi. .

Kabid Lalu Lintas pada Dishub Purwantoro yang menemui mereka meminta, Asap dan Gojol (Gojeg Online) dan driver online atau Go-Car membuat kesepakatan atau kesepahaman di depan notaris. 

Dishub bersedia menfasilitasi atau menjembatani pertemuan tersebut. 

“Kesepakatan yang pernah dibuat bapak-bapak kan hanya sebatas lisan. Meski sebelumnya ada perjanjian, kan atas nama perorangan. Kita buat lagi kesepakatan di depan notaruis, kami yang menfasilitasi,” tandasnya.

Kesepahaman nantinya, tambah Purwntoro juga berisi dangsi yang tegas. Dan jika ada yang melanggar, notarislah yang nantinya akan membanrtu menyelesaikan. Baik penyelesaian secara damai atau melalui jalur hukum.