Polisi memeriksa jasad Jiono yang tewas setelah hanyut di sungai (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Polisi memeriksa jasad Jiono yang tewas setelah hanyut di sungai (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Seorang pria hanyut di aliran sungai Sembung di  Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabipaten Blitar, Rabu (27/2/2019). 

Adapun identitas korban bernama Jiono (28) yang merupakan warga setempat.

Kasubbag Humas Polres Blitar, Iptu Burhanudin, menerangkan korban menghilang sejak Minggu (24/2/2019) sekira pukul 14.00 WIB. 

Pihak keluarga korban bersama warga berupaya mencari keberadaan korban menyusuri sungai.

Sebelum menghilang, korban sempat berpamitan kepada Yatmi Ibunya bahwa dia mau ke sungai.

“Jarak antara sungai dengan rumah korban hanya 200 meter. Hingga malam korban tak juga kembali. Keluarga dan warga pun bergegas melakukan pencarian,” ungkap Burhanudin.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek  Kesamben. 

Pihak keluarga bersama masyarakat dan kepolisian kemudian melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. 

Jasad korban pun berhasil ditemukan tiga hari kemudian, Rabu (27/2/2019) sekira pukul 09.00 WIB pagi. Namun naas, saat ditemukan korban sudah tak bernyawa.

“Korban diketemukan di sungai dan tersangkut di tunggak pohon bambu  dalam keadaan sudah meninggal,” terangnya.

Selanjutnya jasad korban dibawa pulang kerumah duka. Polisi langsung melakukan pemeriksaan. 

Hasilnya, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

“Menurut keterangan keluarga dan masyarakat sekitar, korban mempunyai riwayat penyakit epilepsy. Dalam kesehariannya penyakit ini seringkali kambuh,” jelasnya.

Keluarga korban ikhlas dengan kejadian ini dan menerimanya sebagai musibah. 

Polisi kemudian menyerahkan jasad kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.(*)