Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat hadir dalam acara Pemanfaatan Informasi Geospasial Untuk Pembangunan Daerah yang digelar di Ringin Asri, Senin (25/2/ 2019) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat hadir dalam acara Pemanfaatan Informasi Geospasial Untuk Pembangunan Daerah yang digelar di Ringin Asri, Senin (25/2/ 2019) (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko sebut informasi geospasial sangat penting untuk pembangunan daerah. Terutama di era kemajuan teknologi seperti sekarang. Di mana kecanggihan teknologi penting dalam melakukan pemetaan.

Di Kota Malang, menurutnya geospasial sudah diterapkan untuk penataan ruang. Salah satunya dengan memasukkan dalam Perda. Kemudian hasil dari Perda itu masuk dalam sebuah aplikasi bernama sistem informasi penataan ruang atau si petarung.

"Jadi contohnya saja, saat kita mau membeli tanah, dan akan menggunakan untuk berdagang atau lain sebagainya bisa dilihat melalui si petarung ini," katanya saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Pemanfaatan Informasi Geospasial Untuk Pembangunan Daerah yang digelar di Ringin Asri, Senin (25/2/ 2019).

Melalui aplikasi yang juga memanfaatkan informasi geospasial itu, menurutnya warga Kota Malang dapat dengan mudah mengetahui posisi dan status tanah yang dimiliki. Sehingga para investor juga dapat memetakan, daerah mana saja yang boleh dibangun sesuai aturan dan mana yang tidak.

"Karena ada saja kasus, sudah beli tanah, dan ada rencana membangun ternyata nggak boleh jadi perumahan karena dipertahankan untuk pertanian. Jadi yang mau beli tanah bisa manfaatkan sistem ini. Di sana lengkap informasinya," tambah pria yang akrab disapa Bung Edi itu.

Dia juga menjelaskan jika geospasial sangat dibutuhkan, terutama oleh pemerintah daerah. Hal itu juga penting untuk melakukan pembangunan yang bergantung pada kebutuhan masyarakat.

"Di era seperti sekarang, jelas geospasial memang sangat dibutuhkan," pungkasnya.