Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin dan Soufis Subri, sat diarak menuju lokasi Pesta Rakyat (Agus Salam/Jatim TIMES)
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin dan Soufis Subri, sat diarak menuju lokasi Pesta Rakyat (Agus Salam/Jatim TIMES)

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, dalam waktu dekat akan mengumumkan kebijakan baru yakni program pendidikan gratis. Hanya saja belum diketahui, kapan pastinya program yang ditunggu-tunggu masyarakat tersebut akan diumumkan.

Hal itu disampaikan Hadi, saat acara pesta rakyat yang diselenggarakan di alun-alun, Sabtu (23.20) malam. Wali kota yang didampingi Wawali HMS Subri juga akan mencurahkan tenaga, pikiran dan waktunya untuk masyarakat. Ia akan menjalankan dan mejalankan visi misinya sekaligus mengawalnya.

Dalam kesempatan itu, Habib Hadi menegaskan, tidak akan lupa dengan janjinya saat mencalonkan wali kota. Bersama wakilnya, Hadi akan bertanggung jawab dan akan wujudkan visi-misinya. “Tentunya kami butuh peran dan dukungan masyarakat. Tak lupa juga support dari rekan-rekan yang duduk di gedung dewan,” tandasnya.

Wali kota yakin, guna merealisasikan visi misi dan programnya berjalan mulus perlu dukungan banyak pihak. Sebagus apapun visi misi dan konsep yang sudah dibuatnya ridak akan terwujud jika tidak ada dukungan dan persetujuan dari parlemen. Ia pun berharap kebijakan yang diputuskan dan dijalankan seiring dan sejalan dengana DPRD. “Terutama soal pendidikan dan kesehatan. Itu komitmen kami. Tentunya tidak mengesampingkan kesejahteraan tenaga pengajar,” sebutnya

Hadi menegaskan, dirinya dan HMS Subri berdiri diatas panggung dan menjalankan misi-visi dan programnya, bukan atas nama pribadi ataupun golongan. Tetapi atas nama masyarakat yang telah memberikan kepercayaannya. Karena itu, ia tidak ingin ada lagi petak-petak di tengah masyarakat. “Mari berkumpul lagi, bersatu lagi. Jangan terpecah. Kita bangun Probolinggo lebih bermartabat,” ajaknya

Waktu, pikiran, tenaganya lanjut Hadi akan dicurahkan demi kemaslahatan warganya. Tentang bidang kesehatan, sudah menjadi PR (pekerjaan rumah) yang harus direalisasikan. Karenanya, ia berharap doa dan dukungan masyarakat, agar bisa mewujudkan pembangunan rumah sakit baru dengan tidak mengesampingkan rumah sakit yang sudah ada sebelumnya.

“Kepada para OPD (Organisasi Perangkat Daerah) mari bekerja keras. Jangan lemah dalam mengemban amanah rakyat. Saya akan memantau kinerja OPD. Karena amanah ini mandat dari masyarakat,” tegas Habib Hadi.

Jika dalam masa lima tahun tidak melakukan apa-apa, masyarakatlah yang dirugikan. Hadi berterus terang, saat ini merealisasikan atau menjalankan program wali kota sebelumnya (Aggaran 2019) Karenanya, realisasi konsepnya belum bisa dilaksanakan maksimal dan di tahun 2020 semua konsep dan programnya baru bisa dijalankan dengan maksimal.

Pengasuh Ponpes Riyadlus Solihin ini meminta informasi yang terjadi di lingkungannya. Seperti keamanan, ketertiban hingga kemaksiatan. Tanpa masukan dari warga, dirinya tidak akan mengetahui. “Akan kami selesaikan. Jangan khawatir, pelan-pelan tapi pasti. Kalau kemungkaran dibiarkan, maka saya ikut andil. Langkah yang kami ambil harus konstitusional dan baik bagi masyarakat,” pungkasnya.