Saat ini sedang dalam proses pembangunan rest area di Dusun Gerdu Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Saat ini sedang dalam proses pembangunan rest area di Dusun Gerdu Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)


Editor

A Yahya


Tahun 2019 ini Kecamatan Bumiaji punya lima program yang jadi prioritas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Lima program itu yakni rest area, pembangunan puskesmas, penanganan limbah ternak, pembangunan tandon air dan pipanisasi. “Lima program yang jadi prioritas tahun 2019 ini memang sangat dibutuhkan dan mendesak agar segera realisasi,” kata Camat Bumiaji Aditya Prasaja. 

Ia menjabarkan pembangunan rest area di dua desa. Yakni di Desa Sumberbrantas dan Desa Tulungrejo yang memiliki potensi wisata. “Untuk saat ini memang seperti rest area Desa Tulungrejo sudah dibangun dan masih berlanjut di tahun ini diperuntukkan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Rest area itu hadir nantinya untuk mewadahi para pedagang yang selama ini banyak berjualan di pinggir jalan. Tentunya agar lebih tertata.

Lalu di bidang pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bumiaji pihaknya juga mengusulkan adanya pembangunan Puskesmas. Untuk pembangunan program ini menggunakan dana desa (DD) dan APBD Kota.

Kemudian penanganan limbah ternak untuk kompos dan biogas. Yang berada di tiga desa, terletak di Desa Tulungrejo, Desa Giripurno dan Desa Gunungsari yang menjadi pusat peternakan sapi. 

Dan terakhir adalah pembangunan tandon air dan pipanisasi. Program ini harus dilakukan melihat pasokan air untuk mengairi sawah sangat dibutuhkan. “Karena memang ada keterbatasan air untuk lahan pertanian. Sehingga pipanisasi ini mampu menjadi solusi,” ucap Aditya.

Menurutnya dari 5 program unggulan itu ada setelah terdapat 175 usulan dalam Musrenbang. Dengan prioritas 31 usulan dari sembilan desa dan ditambahkan dengan lima usulan di Kecamatan Bumiaji.

Berikut rincian sembilan desa dengan kucuran dana APBD. Desa Sumberbrantas Rp 5,1 miliar, Desa Gunungsari Rp 6,3 miliar, Desa Giripurno Rp 7,8 miliar, Desa Sumbergondo Rp 4,7 miliar. Kemudian Desa Tulungrejo Rp 6,2 miliar, Punten Rp 4,5 miliar, Desa Bumiaji Rp 5,1 miliar, dan Desa Pandanrejo Rp 4,7 miliar.


End of content

No more pages to load