Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)

Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)


Editor

Heryanto


Keberadaan minimarket atau toko modern di Kabupaten Blitar banyak yang melanggar aturan. 

Jenis pelanggaran tersebut yakni lokasinya berdekatan dengan pasar tradisional.

Bahkan tidak sedikit pula minimarket yang membuka operasionalnya 24 jam. 

Padahal secara aturan mereka hanya diperbolehkan buka dari pagi hingga pukul 22.00 WIB.

Hal tersebut tegas disikapi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM dan PTSP). 

Salah satunya yakni tidak mengeluarkan perpanjangan terhadap toko modern yang melanggar aturan.

"Kami sudah tidak mengeluarkan izin perpanjangan bagi toko modern, terutama yang melanggar," ungkap Kepala DPM dan PTSP Kabupaten Blitar, Rully Wahyu Prasetyo Wanto.

Rully mengaku, selain tidak memberikan izin perpanjangan bagi yang melanggar, piihaknya juga tidak mengeluarkan izin usaha terhadap brand atau pemilik toko modern yang hendak mendirikan usaha di satu wilayah kecamatan.

Artinya satu pemilik toko atau brand hanya boleh mendirikan toko modern tiga tempat dalam satu wilayah kecamatan. 

Artinya, jika ingin mengajukan lagi maka dipastikan tidak bakal diberikan izin. 

"Satu brand tidak boleh memiliki lebih dari tiga toko modern. Jika mengajukan izin, jelas tidak kami berikan," tegas dia.

Rully menambahkan, kebijakan ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 17 tahun 2011 yang didalamnya mengatur tentang perizinan, toko modern, dan lainnya. 

Dalam perda tu semua sudah diatur, mulai dari jarak antara toko modern dan pasar tradisional hingga jumlah toko modern di suatu kecamatan.

"Kami akan terus pantau dan mendata terkait toko modern di Kabupaten Blitar," pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load