Dalam rekonstruksi, tersangka Wahyudi kepruk helm sebelum letakkan tubuh Ichwan di rel kereta api (Foto : Dokpol/ TulungagungTIMES)

Dalam rekonstruksi, tersangka Wahyudi kepruk helm sebelum letakkan tubuh Ichwan di rel kereta api (Foto : Dokpol/ TulungagungTIMES)



Terungkap, seorang pria yang diketahui bernama Wahyudi (47) warga Dusun Manggiran Desa Cangu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri adalah pelaku pembunuhan sadis di rel kereta api Ketanon Tulungagung. Hal itu digambarkan dalam rekonstruksi yang digelar Polres Tulungagung di tempat kejadian perkara.
"Sudah kita rekonstruksi di tempat kejadian perkara dengan 17 adegan, ada beberapa adegan yang menunjukkan jika sebelum ditidurkan di rel, korban dihabisi dahulu," kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendro Triwahyono.

Lanjut Hendro, korban yang dimaksud adalah M. Ichwan (23) Mahasiswa, warga Candirejo RT 02, RW 02, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar yang sebelumnya dijemput oleh tersangka Wahyudi di rumahnya.
"Salah satu motif pelaku menghabisi korban karena ingin menguasai barang berupa sepeda motor dan uang," ungkapnya.

Tampak dalam adegan rekonstruksi, Ichwan dipukul dengan helm di pinggir rel, kemudian setelah tak berdaya, Wahyudi meletakkan tubuh Ichwan melintang di rel kereta api. 
"Tersangka ini pernah melarikan diri ke Kalimantan sebelum akhirnya diamankan di Polsek Kepung Kediri," jelasnya.

Sebelumnya, kasus ini menjadi misteri, bahkan dugaan pembunuhan yang telah sekitar 1,5 tahun itu seakan beku. Orang tua Ichwan, akhirnya melaporkan ke Mapolres Tulungagung Jumat (20/02) lalu.

Kasus ini sempat terhenti karena polisi masih belum menemukan rangkaian perbuatan yang mengakibatkan korban Ichwan meninggal dunia akibat dugaan pembunuhan.

Pihak keluarga yaitu ibu korban Sutiyah (47) yakin jika anaknya dibunuh Wahyudi sehingga saat melaporkan kejadian dirinya memberikan kronologi sebelum korban diketahui meninggal dunia dalam rangkaian peristiwa kecelakaan kereta api di Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru.

Menurut Sutiyah, pada hari jumat tanggal 20 Oktober 2017 sekira pukul 14.00 WIB Wahyudi minta tolong diantarkan oleh Ichwan pergi ke Tulungagung untuk mengambil gadaian sepeda motor.

Sebelum berangkat Ichwan berpamitan kepada orangtuanya untuk ikut mengantarkan Wahyudi ke daerah Desa Poluwan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.

Namun, sampai dengan pukul 10.00 WIB hari Sabtu tanggal 21 Oktober 2017 pihak keluarga mendapat informasi dari Polsek Ponggok Blitar bahwa ada terjadi peristiwa kecelakaan kereta api di wilayah Desa Ketanon Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.

Setelah dilakukan croscek oleh pihak keluarga korban di Rumah Sakit dr. Iskak ternyata korban yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut memang benar merupakan Ichwan, anak Sutiyah.

Merasa ada kejanggalan dari kejadian yang menimpa anaknya Sutiyah yakin jika anaknya tewas bukan karena kecelakaan kereta api, tapi dibunuh. Alasannya, pada saat berangkat bersama dengan Wahyudi, Ichwan mengendarai sepeda motor Honda Beat tahun 2013 warna Hitam No Pol AG 5873 II, serta juga membawa uang tunai sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah). Namun pada saat kejadian di lintasan rel kereta api yang masuk Desa Ketanon, sepeda dan uang tunai milik Ichwan tidak berada di tempat (hilang). 


End of content

No more pages to load