Mesin kemas bagi industri rumahan dari limbah sampah hasil @nautika85 yang mandeg karena kendala anggaran (screenshot video @nautika85)

Mesin kemas bagi industri rumahan dari limbah sampah hasil @nautika85 yang mandeg karena kendala anggaran (screenshot video @nautika85)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Seorang warganet dengan akun @nautika85 akhirnya hanya bisa curhat di media sosial (medsos) atas harapannya menyempurnakan dan memperbanyak mesin kemas dengan bahan dasar limbah sampah. Mesin kemas automatis yang menurut @nautika85 sangat bisa membantu industri rumahan dengan harga murah tersebut, walau sudah bisa dipergunakan. Tapi, belum sempurna dikarenakan ketiadaan anggaran.

Mencoba untuk mendapat pinjaman dari pihak bank, tapi @nautika85 harus gigit jari, karena selalu tertolak. Bahkan dirinya juga mencoba untuk meminta bantuan agar mesin kemas dari bahan limbah sampah yang dipasaran harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah, kepada beberapa kementerian terkait. Hasilnya, semua tidak ada yang memberikan solusi. "...makanya saya teriak-teriak minta tolong di sini," tulis @nautika85. 

Dirinya pun akhirnya curhat kepada Presiden Jokowi mengenai hal tersebut. "Pak @jokowi katanya memajukan industri kreatif...Gue sudah kreatif. Gue rubah sampah menjadi mesin kemas automatis. Disaat gue akan bangun mesin murah hemat listrik yang bisa dipakai industri rumahan. Tidak ada satu pun yang apresiasi. Ngutang pun sulit," tulisnya dalam kondisi nyaris putus asa.

@nautika85 juga menyertakan mesin kemas ciptaannya yang berasal dari 90 persen limbah sampah yang dibuang masyarakat. Dengan bahan pemanasnya berasal dari elemen teko, sealer plastik, mesin press dan lainnya.

Sontak saja unggahan tersebut mendapat reaksi positif warganet. 4,3 ribu yang menyukai postingan tersebut dan yang meretwet sebanyak 5,1 ribu orang.

Mujisuprayitno menuliskan, "Jangan heran dan jangan kaget, kita hidup di Indonesia Bung. Apresiasi itu hanya simbolik saja," ujarnya.

Warganet lainnya banyak sekali memberikan dukungan atas usaha @nautika85 tersebut. Misalnya yang disampaikan Donovan,"maju terus pantang mundur. Jangan berharap banyak pada pemerintah," tulisnya.

Berbondong-bondong warganet pun meretwet postingan @nautika85 dan mention ke akun Jokowi, kementerian, badan penelitian, pihak bank sampai pada sang putera presiden yang juga aktif di medsos, yaitu @kaesangp yang juga seorang wirausahawan muda. Galih Dwi Pangestu menuliskan, "...semoga mas @kaesangp liat terus sampein ke bapak @jokowi," tulisnya.

Banyaknya respon positif warganet tersebut membuat @nautika85 cukup kaget dan terharu. Dirinya menyampaikan rasa terima kasih dan doanya kepada seluruh warganet atas dukungan dan bantuannya tersebut.

Walaupun ada warganet lainnya yang memberikan kritik atas postingan @nautika85. Seperti yang dilontarkan Alwi Firdaus yang menuliskan, "Ente bagus, udah cerdas dan kreatif. Tapi kok masih cemen, soal modal ngeluh. Bank mana mau modalin untuk buat mesin seperti itu ? Di pasaran sudah ada dan enggak mahal. Alias bukan inovasi baru. So, buat dan juallah kacang tersebut, kumpulkan  modal dari untungnya. Baru buat mesin yang lebih baik,".

Komentar tersebut sontak saja membuat ramai warganet lainnya.Rata-rata mereka balik menyerang komentar yang menurut mereka tidak etis dan malah membuat matinya kreativitas warga yang ingin menciptakan sesuatu yang berguna bagi industri rumahan.

@nautika85 hanya menjawab komentar pedas tersebut dengan data mengenai harga mesin kemas yang dibuatnya dari limbah sampah dibanding dengan mesin yang disampaikan Alwi Firdaus yang disebutnya tidak mahal.

 

 

Dirinya mensearching harga mesin kemasan mirip dengan ciptaan di google. Maka yang tampil adalah harga yang sangat mahal yaitu antara 65-75 juta per unit. Sedangkan menurut @nautika85 mesin kemas serupa yang dirakitnya apabila mendapat sokongan anggaran dan bisa dibuat dengan bahan berkualitas diperkirakan hanya sekitar Rp 15 juta-an. 

@_bokuwadare menulis, "Sabar mas narasinya santai saja. Nembus RI 1 itu tidak gampang. Kalau mas nya orang Jateng coba mention Pak Ganjar biasanya fast respon. Atau minta netizen untuk memviralkan sehingga besar kemungkinan bisa dilihat pak @jokowi," ujarnya.

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load