Ketua KPI Yuliandre Darwis
Ketua KPI Yuliandre Darwis

Maraknya penyiaran lewat media sosial (medsos) menjadi perhatian Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Berbagai konten yang disebarkan melalui medsos tersebut perlu mendapat perhatian serius. Namun medsos berada di luar kewenangan pengawasan yang dimiliki KPI.

Ketua KPI Yuliandre Darwis menyatakan di era disruption kini, medsos telah menjelma menjadi media penyiaran alternatif yang banyak diakses masyarakat. Mulai dari Instagram, Facebook, hingga channel Youtube menjadi pilihan warga untuk mengabarkan informasi kepada khalayak. “Namun, perkembangan ini ternyata tidak diikuti dengan regulasi terkait pengawasan konten yang beredar," katanya di sela-sela acara dialog publik yang digelar KPI, Rabu (6/2/2019).

Dia menambahkan, konten apa pun saat ini bebas beredar. Dia menginginkan  masalah pengawasan konten di medsos ini bisa diakomodasi dalam Undang-Undang Penyiaran Indonesia sebagaimana media mainstream seperti televisi dan radio. Sebab, menurutnya, pada dasarnya setiap konten di medsos itu masuk kategori penyiaran.

Kewenangan pengawasan KPI, lanjutnya, selama ini hanya sebatas pada media televisi dan radio. Pengawasan untuk media radio dan televisi selama ini sudah berjalan baik dan tertata rapi. Kalau ada yang tidak sesuai, pasti segera ada teguran, sanksi dan lain-lain. "Kami tidak bisa masuk untuk yang di media sosial, karena belum diatur regulasinya," ungkapnya.

Di satu sisi, dia menyebut sudah banyak aduan yang masuk ke KPI. Namun KPI tetap tidak bisa bertindak. Untuk itulah, KPI menggelar dialog publik. Tujuannya untuk mendengar aspirasi dari masyarakat terkait perlunya pengawasan konten medsos. “Namun, KPI tidak punya wewenang untuk mendesak pemerintah. Publik-lah yang bisa mendorong wakilnya untuk menyampaikan aspirasi ini,” ujarnya.

Dialog tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari organisasi kepemudaan, organisasi profesi jurnalis PWI, AJI, dan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional. Turut hadir, Komisioner KPI Prof Obsatar Sinaga dan Ubaidilah, Staf Khusus Kepresidenan Fajar Hirawan, dan Sekretaris KPI Maruli Matondang.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menyambut baik kegiatan ini. Menurut Yusuf, medsos telah menjadi penggerak utama Banyuwangi dalam mempromosikan wisata serta potensi Banyuwangi ke dunia luar. 

Dia berharap, para pengguna medsos semakin memahami batasan-batasan informasi yang pantas dan tidak pantas disampaikan kepada publik. "Sehingga media Banyuwangi bisa selalu memproduksi konten yang berkualitas dan tidak merugikan masyarakat,” kata Wabup Yusuf.