Umat Tionghoa saat sembahyang di Klenteng Kwan Im Tong, Selasa (5/2/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Umat Tionghoa saat sembahyang di Klenteng Kwan Im Tong, Selasa (5/2/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)


Editor

Heryanto


Tampak sederhana dan lebih kekeluargaan itu yang terasa di Klenteng Kwan Im Tong, Jalan Gajahmada, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Selasa (5/2/2019). 

Uniknya di klenteng ini memberikan suguhan ronde kacang kepada pengunjung yang ada di sana. 

Untuk tangyuan atau sebutan orang Tionghoa mendapatkan satu ronde kacang tanah.

Ukurannya ada yang besar dan beberapa ukuran kecil. Untuk tangyuan yang pertama kali direbus dalam air kemudian disajikan dengan kuah jahe yang diberi sirup.

“Jadi tangyuan yang kami sajikan itu ada yang tanpa isi, ada juga yang isinya lengkap seperti kacang tanah tumbuk atau kami menyebutnya selai kacang merah,” kata Ketua Pengurus Kelenteng Kwan Im Tong, Handy Wijaya.

Ronde itu berkuah dengan warna merah muda dan putih dan rasanya manis. 

Filosofinya adalah lambang keutuhan keluarga, keharmonisan keluarga, dan dilimpahkan rejeki.

Mereka menikmati ronde kacang tanah seusai melaksanakan sembahyang. Kemudian mereka berkumpul bersama dengan menikmati ronde. 

Handy menjelaskan jika pada tahun 2019 ini klenteng tersebut tidak ada pembagian angpao dan sembako kepada masyarakat sekitar. Namun hanya dirayakan dengan melakukan ibadah.

“Tahun ini lebih sederhana, kita hanya merayakan dengan sembahyang saja. Tahun sebelumnya di sini ada barongsai juga, tapi sekarang gak ada,” imbuhnya.

Menurutnya hal ini dilakukan dengan kesederhanaan dan khusyuk karena sedang melakukan renovasi klenteng. 

“Tahun ini memang kita fokuskan kepada merenovasi klenteng, jadi gak semeriah tahun sebelum-sebelumnya,” ujar Handy. 

 


End of content

No more pages to load