salah satu paket box Happy cake

salah satu paket box Happy cake



Ada satu rekomendasi jajanan mini yang harus dicoba dari Kota Malang. Minie Keik memiliki pilihan jajanan pastry hasil olahan rumahan. 

Terinspirasi dari keinginan anak untuk menikmati jajanan pastry, namun karena harganya yang cukup mahal akhirnya Happy Rovita Yuana memutuskan untuk mencoba membuat jajanan berupa keik. Setelah mengikuti pembinaan dari Dinas Perindustrian Kota Malang, Happy mulai menekuni lebih dalam lagi usahanya tersebut.

"Anak - anak kan pengen pastri yang murah, biasanya kan pastri itu mahal, jadi saya bikin yang mini yang harganya lebih murah" ujar Happy

Berbagai macam keik diproduksi di tempat ini. Uniknya, keik yang dibuatnya, semuanya berukuran mini. Mini keik yang dibuatnya antara lain croissant dengan berbagai topping, pauff roll red velvet, mini burger dan masih banyak lainnya.

Ia menjualnya tak hanya satuan, namun dengan paket box yang isinya sekitar 23 biji dengan 5 varian berbeda. Happy memberikan 5 pilihan paket box antara lain melati, dahlia, tulip, croisant dan lavender yang harganya dibandrol antara Rp 75.000,- sampai 85.000,- setiap boxnya.

Dalam sehari rata - rata ia bisa menjual antara 10 sampai 15 box. Penjualannya sendiri masih seputaran Kota Malang saja. Hal tersebut dikarenakan keik yang ia buat tidak bisa tahan lama sebab merupakan kue basah yang jika diinapkan terlalu lama akan basi.

 proses pemberian aneka topping croisant

Tak jarang jajanan buatannya ini dipesan oleh dinas dinas Kota Malang maupun Kabupaten Malang serta kota Batu untuk berbagai kegiatan dan rapat. Selain itu, ia juga menuturkan jika mini keiknya tersebut sering dipesan oleh mahasiswa untuk keperluan seminar seminar termasuk seminar proposal skripsi dan sidang skripsi.

"Pemesannya kalo untuk kantor dari pemkot banyak, yang di Balaikota Malang, terus Kabupaten Malang yang di pendopo, terus bank BI, itu buat rapat biasanya. Terus mahasiswa itu sering pesen buat seminar, sempro sama sidang skripsi gitu" ujar Happy.

Sedangkan untuk pemasarannya sendiri, Happy hanya menggunakan media online instagram saja. Sedangkan untuk pengantaran pesanan ia menggunakan kurirnya sendiri, tidak menggunakan jasa ojek online (ojol) atau jasa pengiriman lainnya. Hal tersebut dikarenakan Happy takut jika jajanannya tersebut berantakan saat proses pengiriman. Namun ada juga yang diambil langsung di rumahnya.

"Ada diambil, ada yang kita kirim. Kita pakai kurir sendiri, soalnya kalo pakai jasa pengiriman, takutnya berantakan pas di jalan" tambahnya.

 


End of content

No more pages to load