Pegawai Pemkot Batu saat menunjukkan leaflet dan obat abate di Balai Kota Among Tani (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Pegawai Pemkot Batu saat menunjukkan leaflet dan obat abate di Balai Kota Among Tani (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)



Tidak ingin warganya terkena Demam Berdarah Dengue (DBD), beberapa cara mulai dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Batu. Seperti dengan menyediakan obat pembunuh jentik nyamuk di puskesmas dan Balai Kota Among Tani.

Obat itu disediakan di meja Front Office Balai Kota Among Tani. Selain bubuk obat, juga dilengkapi dengan leaflet berisi ajakan untuk melakukan aksi 3M plus.

3 M plus itu yakni menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas, dan menutup tempat penampungan air. Plusnya untuk tidak menggantungkan baju sembarangan, tidur memakai kelambu, menabur larvasida, memelihara ikan pemakan jentik (ikan kepala timah). 

Ya bagi masyarakat yang membutuhkannya bisa datang di Balai Kota Among Tani. Terlebih memang disuguhkan kepada masyarakat yang datang di sana.

“Obat pembunuh jentik nyamuk dan leaflet ini memang sengaja kita suguhkan dan berikan kepada masyarakat secara gratis. Jadi tidak perlu sungkan kalau mau mengambil,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Batu, Sri Raharti.

Hanya saja bagi yang ingin mendapatkannya lanjut Raharti, sudah ditentukan berapa banyak obat yang bisa dimiliki. Agar pemberian obat itu bisa merata kepada seluruh masyarakat di Kota Batu. 

Di sana disediakan 10 kilogram abate yang sudah dikemas dalam plastik. Untuk satu orang bisa memiliki satu plastik abate. 

“Di seluruh puskesmas yang ada di Kota Batu juga kami siapkan obat dan leafletnya. Jadi masyarakat juga bisa mengambilnya di sana,” imbuhnya. 

Raharti mengatakan, upaya ini dilakukan agar angka DBD itu tidak bertambah. Juga sebagai upaya pencegahan dan mempermudah masyarakat untuk menghindari penyakit ini.

Sedang rincian data DBD dan demam dengue yakni pada tahun 2016 ada 119 orang DBD dan 690 orang Demam Dengue. Untuk tahun 2017 mengalami penurunan yang signifikan yakni 19 orang DBD dan 97 orang Demam Dengue. 

Sedangkan pada tahun 2018 tercatat juga mengalami penurunan DBD bahkan tidak ada korban terserang DBD. Tetapi untuk korban dan Demam Dengue sebanyak 11 orang. “Untuk awal tahun Demam Dengue ada 2 orang,” tutup Raharti.


End of content

No more pages to load