Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi cangkrukan bersama klub motor. (eko Arif s /JatimTimes)

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi cangkrukan bersama klub motor. (eko Arif s /JatimTimes)



Satlantas Polresta Kediri terus berupaya menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi Millennial Road Safety Festival yang dikemas secara apik.

Kegiatannya dinamakan Cangkrukan Milenial. Dihadiri anggota sejumlah klub otomotif Kediri, acara berlangsung di halaman kantor Satlantas Polresta Kediri, Sabtu (26/1/19) malam.

Acara tersebut diikuti 20 klub motor dan mobil yang tergabung dalam Forum Otomotif Kediri (FOK). Selain sosialisasi, para peserta dan petugas kepolisian juga menandatangani deklarasi pelopor keselamatan berlalu-lintas.

Menurut Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi mengatakan, tahun 2018 data menunjukkan hampir 80 persen angka kecelakaan di Indonesia melibatkan generasi milenial antara usia 17-30 tahun. Millennial Safety Road Festival sengaja digelar sebagai program keselamatan berlalu lintas bagi kaum pemuda dengan mengusung tema ‘Generasi Milenial Tahu Bagaimana Menjaga Keselamatan Berkendara’. Target kampanye ini pengendara yang berusia 17 hingga 35 tahun.

“Program ini berskala nasional dan digelar serentak di 34 provinsi sampai 31 Maret 2019,” kata Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi saat memberikan keterangan kepada awak media usai acara digelar.

Anthon mengajak kaum milenial untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas, dan tercapainya tujuan utama zero accident. Untuk tingkat daerah, festival ini mengagendakan kegiatan senam kolosal milenial, jalan sehat, milenial enterpreneur expo, safety riding and drifing, serta deklarasi pelopor keselamatan berlalu lintas.

"Pada tahun 2018, di Kota Kediri ada 89 orang yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Dari survei yang dilakukan oleh WHO, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia dan berada di peringkat keempat,"imbuhnya.

“Kalau kaum milenial ini tidak mengindahkan peraturan lalu lintas serta cara berkendara yang baik dan benar, juga kondisi kendaraan yang tidak laik untuk digunakan, maka akan riskan terjadi kecelakaan lalu lintas. Lalu bagaimana nasib generasi penerus bangsa ini?” ujarnya.


End of content

No more pages to load