Pembersihan pohom bambu yang roboh ke bantaran sungai oleh warga dan petugas terkait (foto BPBD Malang Kota)

Pembersihan pohom bambu yang roboh ke bantaran sungai oleh warga dan petugas terkait (foto BPBD Malang Kota)



Curah hujan tinggi yang terjadi di Kota Malang menyebabkan musibah di beberapa hari terakhir. Seperti yang terjadi di Jalan Kebalen II Timur, Bandungrejosari, Sukun.

Dari informasi yang didapat, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan arus sungai di Kecamatan Sukun sangat deras.

Akibatnya, pohon bambu yang ada di sekitar jembatan Jalan Keben II roboh menutupi bantaran Sungai Sukun. Selain itu, pohon bambu yang roboh tersebut juga menimpa gudang rosokan milik Paidi yang ada di tepian Sungai Sukun.

Menurut Sutrisno yang menjadi saksi mata di tempat kejadian, saat itu ia masih ada di gudang rosokan sedang bekerja. Kejadian robohnya pohon bambu tersebut terjadi pada Kamis (24/01/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB. 
"Jam delapan kurang seperemat bunyi kratak, tak pikir kucing, sekitar jam delapan pas tiba - tiba bunyi braaak, saya kaget langsung lari keluar," ujar Sutrisno yang saat kejadian dia ada di gudang bagian belakang.

Sutrisno mengaku tidak melaporkan kejadian tersebut saat malam hari karena menurutnya sudah terlalu malam untuk melaporkan. Koramil setempat baru mendapat laporan pada Jumat pagi pukul 07.00 WIB.

"Sekitar jam tujuh pagi pak RW laporan ke saya dan saya laporkan ke komandan dan kemudian diperintahkan untuk membantu warga yang kerja bakti membersihkan pohon bambu yang roboh," ujar Sertu Daman Wihanto, Koramil Sukun.

Melihat kejadian tersebut, pihak Koramil langsung bertindak bekerja sama dengan petugas dari kecamatan, Polsek setempat, BPBD Kota Malang, Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang, serta warga Bandungrejosari.

"Prosesnya mulai dari tadi pagi sekitar jam setenga delapan, pemotongan dan penarikan bambu- bambu supaya cepat ditarik ke pinggir," ujar Kapten Infanteri Koramil Heri Tantono.

Selain akibat dari cuaca ekstrim, menurut Sertu Daman penyebab lainnya adalah karena tanah tempat pohon bambu tumbuh tersebut merupakan tanah urug yang bercampur dengan sampah, sehingga tidak kuat menopang rumpun pohon bambu yang tumbuh di tanah tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun pohon tersebut menimpa pinggiran atap gudang yang sedikit menjorok ke sungai.

Namun, pembersihan pohon terhenti akibat hujan yang kembali datang. Penundaan tersebut sebagai tindakan untuk keamanan keselamatan petugas agar tidak ada korban jiwa jika tiba - tiba air di sungai tersebut meluap.

Paidi selaku pemilik gudang rosokan berharap agar pembersihan pohon bambu yang roboh tersebut segera diselesaikan. Karena, mengingat saat ini sedang musim hujan dan bisa menyebabkan banjir akibat aliran sungai yang tertutup pohon bambu tumbang tersebut yang juga bisa meluap kegudang miliknya dan juga bisa membahayakan rumah warga yang ada di tepian aliran Sungai Sukun.


End of content

No more pages to load