Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

Salah satu driver ojek online (ojol) bernama Yulianto (40), warga Desa Jombatan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, terpaksa berurusan dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang setelah dilaporkan terkait masalah pencabulan terhadap anak di bawah umur.

 Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu menjelaskan,  pencabulan bermula ketika korban Mawar (14), bukan nama sebenarnya, gadis asal Kecamatan Peterongan, memesan ojek online melalui aplikasi ojek online Grab pada Jumat (18/1) sekitar pukul 18.30 WIB. Seperti driver ojol pada umumnya, pelaku  mengenakan atribut jaket khas ojek online saat menjemput korban di titik penjemputan di Desa Tunggorono.  “Pelaku menggunakan sepeda motor Honda Vario warna hitam bernopol AG 5073 KBB,” terang AKP Azi saat diwawancarai, Selasa (22/1). 

Semula perjalanan berjalan normal sesuai jalur menuju rumah korban. Namun, gelagat mencurigakan muncul saat pelaku tiba-tiba mengajak korban ke Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. 

Karena ditolak oleh korban, pelaku kembali menawarkan untuk minum kopi di sebuah kafe yang diinginkan korban. “Di situ korban setuju dengan tawaran pelaku,” ujar AKP Azi. 

Akal busuk pelaku tidak berhenti di situ. Untuk menghilangkan jejak pada aplikasi ojek online itu, Yulianto memacu kendaraan ke arah dekat rumah korban untuk mengonfirmasi ke aplikasi bahwa orderan telah selesai. “Pelaku memacu sepeda motor ke arah dekat rumah korban untuk mengonfirmasi aplikasi seolah-olah telah sampai di tujuan pengantaran dan kemudian mematikan aplikasi,” tandasnya. 

Setelah selesai melakukan konfirmasi di aplikasi ojek online, Mawar  diajak kembali menuju rumah pelaku. Dengan alasan mandi sebelum berangkat ngopi, korban pun mengikuti permintaan Yulianto. 

Nah, di situlah aksi bejat bapak dua anak ini kepada Mawar. Menurut AKP Azi, korban dicabuli di dalam kamar pelaku. “Korban terus melawan. Setelah lepas dari pelaku, korban meminta bantuan teman-temannya untuk menjemputnya. Kemudian dengan didampingi orang tua, melapor ke polisi,” bebernya. 

Pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah HP, sebuah jaket Grab, satu unit sepeda motor Honda Vario nopol AG 5073 KBB, sebuah jaket Levi's warna biru pudar dan sebuah leging warna hitam. 

“Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp 5 miliar,” tutup kasat reskrim.