proses mediasi antara Satpol PP, Dinas Peternakan, Forpimka Kecamatan Glagah dan pihak pengelola kandang ayam
proses mediasi antara Satpol PP, Dinas Peternakan, Forpimka Kecamatan Glagah dan pihak pengelola kandang ayam

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi langsung merespon keluhan warga terkait kandang ayam di Desa Kenjo, Kecamatan Glagah. 

Petugas dari Satpol PP Kabupaten Banyuwangi bersama Dinas Peternakan turun langsung ke lokasi kandang ayam yang meresahkan warga itu, Selasa (22/1/19). Satpol PP pun memutuskan untuk menutup kandang ayam itu.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Banyuwangi, Adian Darmauli Sinaga, menyatakan, langkah yang diambilnya merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat terkait kandang ayam. 

Dimana usaha ternak ayam itu mengganggu lingkungan, banyak lalat dan mengeluarkan bau yang menyengat. 

“Kami turun untuk mengecek ulang karena dulu sudah pernah kita datangi,” kata Adian.

Dia menambahkan, pihaknya sudah tidak kurang-kurang melakukan pembinaan. 

Sebelumnya, pihaknya sudah pernah memberi teguran pada pengusaha ternak ayam tersebut. Namun hingga saat ini belum ada respon dari pengusahanya.

Pihak Satpol PP juga mengajak Petugas Dinas Peternakan dan forpimka Kecamatan Glagah untuk turun ke lokasi. 

Akhirnya, dilakukan mediasi di Kantor Desa Kenjo. Sempat terjadi perdebatan antara petugas dengan peternak ayam, Mujayyin. 

“Akhirnya disepakati kandang ayam itu harus kosong, tidak oleh diisi dulu,” ujarnya ditemui usai pertemuan.

Dia menambahkan, pengelola kandang sudah bersedia mengosongkan kandang ayam. Kebetulan, kata Dia, sekarang ini kandang sedang kosong karena baru panen. 

Saat ini pihaknya sedang menunggu koordinasi pihak desa dengan pemilik kandang terkait dengan keputusan bahwa kandang ini tidak layak untuk dipertahankan. Karena yang hadir saat ini menurutnya bukan pemilik kandang melainkan penyewa kandang.

Dari sisi tekhnis, lanjutnya, kandang ayam tersebut sudah menyalahi aturan. 

Karena, secara teknis Dinas Peternakan menyatakan kandang ayam jaraknya minimal 250 meter dari jalan aspal. Ketika dicek di lokasi jaraknya kurang dari 250 m. 

“Kalau kita suruh mundur tidak mungkin, karena di belakang jurang,” tegasnya.

Lebih jauh dijelaskan, sampai sekarang kandang ayam itu sama sekali belum memiliki izin apapun. Baik IMB yang berkaitan dengan advice planning, rekom dari Dinas Peternakan, dan rekom pengelolaan lingkungan. 

Untuk pengelolaan lingkungannya harus ada rekom dari Dinas Lingkungan Hidup. 

“Sampai sekarang sama sekali tidak ada izin, karena itu kita ambil kesimpulan kandang ini tidak bisa dipertahankan dan maka harus segera ditutup,” pungkasnya.